DPD PPNI Kabupaten Kapuas Go LMS Plataran Sehat

Gambar
  Sejak diberlakukannya UU Kesehatan No 17 Tahun 2023, Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kabupaten Kapuas, tidak dapat melaksanakan Seminar Keperawatan ber SKP, dikarenakan semua kewenangan organisasi diambil alih Kementerian Kesehatan. Tapi DPD PPNI Kabupaten Kapuas tidak patah semangat mengingat anggota PPNI Kabupaten Kapuas berjumlah 1035 yang tersebar di 17 Kecamatan,  Pada hari ini, Sabtu, 20 Juli 2024, DPD PPNI Kabupaten Kapuas bisa kembali melaksanakan Seminar Keperawatan ke 7 ber SKP Kementerian Kesehatan. Hal ini merupakan komitmen DPD PPNI Kabupaten Kapuas dalam memberikan pelayanan kepada anggota PPNI. Adapun seminar hari ini diikuti peserta 200 sesuai kuota yang diberikan LMS Plataran Sehat Kementerian Kesehatan. Adapun materi seminar diantaranya : 1. Tips dan Trik  Mencapai SPM TB Dengan Mudah  di Puskesmas oleh Afriani Sintha, S.Kep,. Ners 2. Tatalaksana Pasien Hipertensi di Puskesmas oleh Muhammad Hipni, S.Kep., Ners 3. Peran Serta Per

Mendisiplinkan keinginan seksual anak-anak - Children around the Prophet 6/8

Sampul "Children around the Prophet"
Oleh: Dr. Hesham Al-Awadi

Peran rumah tangga dalam mendisiplinkan keinginan seksual anak-anak

Pikirkan anak-anak yang dibesarkan di Mekah. Pengajian di Arqam bin Abi Arqam mampu membuat mereka menahan pandangannya. 

Abu Hanifah berinteraksi dengan masyarakat yang mengalami kemunduran moral. Bukhari hidup dalam lingkungan yang paling buruk. Ahmad bin Hanbal hidup dalam penyiksaan karena mengatakan Qur'an bukan ciptaan.

Abu Yusuf: kami tidak pernah lebih cemburu dari ibu Abu Hanifah, karena ketika dia melihat ibunya, dia akan menghentikan pelajaran.

Jika rumah tangga tersebut baik, maka pendidikan seksual sudah dimulai disana. Sejak awal anak melihat orang tuanya menutup aurat ketika akan shalat. Lihat bagaimana setelah dia berumur 7 tahun, dia akan menggunakan hijab. Kita tidak perlu menunggu dia pubertas untuk pakai jilbab. Pendidikan seks adalah anak tersebut tahu ada bagian dari tubuhnya yang tidak boleh ditunjukkan kepada orang lain. Dia dibesarkan dalam rumah yang menghormati masalah aurat.

Shalat mengatur kapan anak-anak bisa menemui orang tuanya di kamar. Sebelum pubertas, anak hanya dilarang pada tiga waktu shalat saja untuk masuk tanpa izin. Semuanya terkait dengan shalat. 

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya'. (Itulah) tiga aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (Q.S. An-Nur, 24: 58)

Bagaimana kita akan mengatakan kepada anak untuk meminta izin untuk masuk kamar pada ketiga waktu shalat tersebut, bila kita sendiri tidak shalat. Itulah sebabnya prosedur-prosedur diatas hanya bisa berjalan bila para orang tua sudah menjalankan berbagai kewajiban dalam Islam. 

Jadi larangan ini bukan sekedar masalah kamar tidurnya, tapi apa yang terjadi di kamar tidur. Bayangkan kalau kita menjaga agar anak tidak melihat apa yang terjadi di kamar tidur, tapi kita membiarkan mereka menyaksikannya di majalah atau televisi atau "mobile phone" mereka. Ayat ini bercerita tentang apapun yang mungkin terjadi di kamar tidur dan tidak terjadi di bagian lain di rumah. 

Kamar tidur itu bisa jadi majalah, televisi, ibu yang tidak pakai pakaian yang pantas ketika di dapur atau di taman. Bapak pakai celana pendek di ruang keluarga. Ketika anak sudah memasuki usia pubertas maka mereka harus minta izin 24 jam. 

Memisahkan anak laki-laki dan perempuan ketika tidur. Kalau ruangannya cuma satu, maka pisahkan kasurnya.

Bila anakmu mencapai usia tujuh tahun, maka pisahkan mereka (H.R. Tirmidzi). Pemisahan anak-anak laki-laki dan perempuan sudah mencapai usia tujuh tahun harus dipisahkan tempat tidurnya. 

Menurut riwayat Abu Dawud pemisahan dilakukan pada usia 10 tahun.

Anak sebaiknya mulai tidur pada sisi kanannya

Ajarkan kepada anak-anak do'a sebelum tidur. Misalnya baca basmalah, baca surat Al-Ikhlas. 

Peran lingkungan dalam mendisiplinkan keinginan seksual anak-anak

Bayangkan anak kecil yang di rumah sudah diajarkan untuk menjaga pandangan, tiba-tiba dia melihat gambar yang tidak pantas diluar rumah. 

Abdullah bin Abbas meriwayatkan: Al Fadl bin Abbas bersama Rasulullah dibelakangnya saat naik unta atau "mule". Seorang gadis datang. Gadis tersebut bertanya kepada Rasulullah tentang haji, "Ayah saya sudah tua, bisakah saya menggantikan dia untuk haji?". Gadis tersebut melihat ke Al-Fadl, dan Al-Fadl pun melihat ke mata gadis tersebut. Rasulullah berusaha untuk mengalihkan pandangan Al-Fadl ke tempat yang lain. Hal itu terjadi sampai berkali-kali. Kemudian Rasulullah berkata: Wahai anak saudaraku, ini adalah hari khusus, barangsiapa yang menundukkan pandangannya dan menjaga kemaluannya, dan menjaga lidahnya maka dia akan diampuni. 

Pelajaran:
  1. Rasulullah tidak kasar kepada anak tersebut
  2. Rasulullah tidak meninggalkannya
  3. Rasulullah berbicara masalah kemaluan
Rasulullah menghubungkan anak ini dengan Allah (ampunan). 

Umar: ajarkan anakmu untuk menghapal surat An-Nur. 

Surat An-Nur diturunkan sehubungan dengan rumor tentang Aisyah. Bayangkan bagaimana munafikin menemukan target untuk masalah ini. Sebagian sahabat terlibat dalam menyebarkan berita bohong ini. Aisyah sampai meminta untuk tinggal bersama dengan orang tuanya. Ini situasi yang paling gelap. Kegelapan ini disingkirkan oleh Qur'an (An-Nur). 

Surat ini dimulai dengan masalah zina, karena Allah ingin menetapkan batas dulu, dimana kita tidak boleh melampauinya. Ayat-ayat berikutnya adalah pencegahan agar kita tidak melakukannya. 
  1. Anak diharuskan untuk minta izin bila masuk ke kamar orang tua pada waktu-waktu tertentu yang ada kaitannya dengan shalat
  2. Kalau sudah pubertas, menikahlah
  3. Menundukkan pandangan
  4. Pentingnya memakai hijab
  5. Jangan berbicara buruk tentang kehormatan seseorang
Jangan kita mengikuti skandal artis. Jangan sampai kita haus dengan gosip. Kalau kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tutup mulut anda. 

Umar bin Khattab melihat dan mendengar peristiwa zina, dia ingin merajamnya. Ali mengatakan bahwa Umar tidak punya saksi yang lain, dia hanya sendiri. Kalau engkau (Umar) menyebut namanya, maka engkau akan dicambuk. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan