Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

RSUD Kapuas terima sertifikat kelulusan akreditasi

dr. Agus Waluyo, MM (tengah) menerima sertifikat dari dr. Sutoto, M.Kes (Courtesy of Solestyanto)
Pada hari Senin, 16 Januari 2017 bertempat di Hotel J.S. Luwansa, pelaksana tugas direktur RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, dr. Agus Waluyo, MM menerima sertifikat kelulusan akreditasi dari Ketua Eksekutif Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), dr. Sutoto, M.Kes. Penyerahan sertifikat tersebut bersamaan dengan kegiatan Ulang Tahun ke-3 Perkumpulan Komisi Akreditasi Rumah Sakit yang diselenggarakan di hotel tersebut.

Sebagaimana diumumkan dalam situs resmi KARS, RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas meraih akreditasi peringkat dasar (bintang dua) setelah menjalani survei pada tanggal 15-17 November 2016 yang lalu. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)