The Salahuddin Generation (Ep. 4): Nur ad-Din Menyatukan Syam—Dari “Dawla” ke “Din”

Gambar
  Setiap kali ada sosok baik yang mulai mengangkat panji perbaikan, ia dibunuh—sering di hari Jumat, di ruang publik, agar ketakutan menyebar cepat. Umat pun seperti kembali ke “titik nol”. Episode 4 ini menunjukkan titik balik: harapan yang sempat runtuh, lalu bangkit lagi —melalui Imad ad-Din Zengi, dan lebih besar lagi melalui putranya: Nur ad-Din Mahmud Zengi , penguasa yang dibesarkan oleh ulama. 1) Pola Teror: Pembunuhan Jumat untuk Menguasai Psikologi Umat Episode dibuka dengan pengingat pola para pembunuh (assassins): mereka memilih masjid dan Jumat karena itu “panggung” paling efektif di era tanpa media massa. Tujuannya bukan hanya menghilangkan tokoh, tetapi membunuh harapan . Namun sejarah mengajarkan: harapan yang ditanam dalam iman dan kerja sistematis tidak mudah dipadamkan. 2) Imad ad-Din Zengi: Dua Kunci—Persatuan dan Keadilan Ketika Zengi naik, ia membawa dua misi utama: Persatuan : musuh yang solid tidak bisa dilawan oleh umat yang tercerai-berai. Keadi...

Perpisahan Dokter Internsip Angkatan 2016-2017

Pada hari Senin, 6 Februari 2017 bertempat di halaman parkir RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, para dokter internsip yang diwakili oleh dr. Muhammad Abdul Hamil menyampaikan ucapan perpisahan mewakili rekan-rekan yang lain. Ucapan tersebut disampaikan saat apel pagi yang dipimpin oleh dr. Agus Waluyo..


Pada hari Sabtu, 11 Februari 2017 Ikatan Dokter Indonesia Cabang Kapuas menyelenggarakan perpisahan dengan para dokter internsip yang mengakhiri tugas mereka di Kapuas pada tanggal 15 Februari 2017. Kegiatan perpisahan dilaksanakan di Rumah Makan Handayani yang terletak di Jalan Trans Kalimantan dekat bundaran besar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas