Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

3 ilmu yang wajib dipelajari




Oleh: Guru Syamsul Bahri

3 macam ilmu yang wajib kita pelajari dan melaksanakannya bila dia sudah baligh. Bila tidak dipelajarinya dia akan berdosa. Ilmu tersebut adalah:
·         Ilmu Tauhid
·         Ilmu Fiqih
·         Ilmu Tasawuf

Sabda Rasulullah: menuntut ilmu itu wajib atas setiap orang beriman laki-laki dan perempuan.
Belajar ilmu itu ada kitabnya. Terkadang ada yang tidak ada kitabnya, hanya pakai hapalan saja. Terkadang apa yang disampaikan tidak sesuai dengan kitab. Jangan sembarang mengajarkan ilmu. Kitab yang kita ajarkan itu, pernah kita belajar dengan guru. Apalagi masalah ketuhanan, kalau salah orang bisa masuk neraka.

Ilmu Tauhid, kitab yang biasa dibaca adalah Kitabul Mubtadi’in. Bila dipelajari dari awal sampai selesai, kewajiban kita sudah dilaksanakan. Berikutnya adalah Sifat 20 yang dikarang oleh Utsman Badawi. Kemudian kitab ‚amal ma’rifat yang dikarang oleh Abdurrahman Sidiq. Sudahkan kita belajar, mengamalkan dan hidup dengan tauhid.

Bila punya istri dan anak, dan dia termasuk orang ‚alim, maka bisa mengajari mereka (dengan izin dari guru). Bila kita tidak mampu mengajarinya, suruh dia menghadiri majelis ta’lim. Bisa jadi majelis ta’lim itu kitab-nya sudah tinggi.

Awal agama itu mengenal Tuhan. Mengenal Tuhan lewat sifat 20. Tauhid bisa membedakan sifat kita dan sifat Allah. Kehadiran kita di masjid adalah karena taufik dan hidayah dari Allah.

Syarat ma’rifat kepada Allah:

1.       Hati kita yakin, tidak ragu-ragu dengan ilmu yang dipelajari. Gurunya adalah guru yang benar, mengajarkan sesuai Qur’an, Hadits, Ijma’ dan Qiyas.
2.       Ilmu yang dipelajari itu sesuai dengan hukum yang benar, sesuai dengan hukum syara‘, sesuai dengan ilmu fiqih. Seringkali orang lemah dalam ibadah. Tidak benar bila ilmu melemahkan hukum Allah ta’ala. Kalau sampai tidak mewajibkan shalat, maka dia murtad. Ada guru yang khusus masalah hakikat. Waspada belajar ilmu aqidah yang tidak jelas sumbernya. Hukum syariat wajib dilaksanakan sampai akhir hayat, seberapapun tinggi ilmu seseorang.
3.       Ada dalil aqli dan naqli. Ada yang berpendapat bahwa kalau tidak nikah batin, masih berzina meskipun sudah menikah di KUA. Ilmu ini tidak sesuai dengan ilmu Qur’an.


Disampaikan di Masjid Jami’ At-Taqwa 25 Maret 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)