Menyendiri di Akhir Hidup: Pelajaran dari Jepang dan Implikasinya untuk Kapuas

Gambar
  Pendahuluan: Saat membaca salah satu subyek email dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health – Global Health Now yang berjudul “Dying Alone in Japan”, saya langsung membuka email tersebut dan mencari tautan untuk membaca artikelnya. Rupanya artikel ini dari The Guardian ( Life at the heart of Japan’s lonely deaths epidemic: ‘I would be lying if I said I wasn’t worried’ | Japan | The Guardian ). Sedih juga membacanya, bagaimana begitu banyak orang tua di Jepang yang meninggal dalam keadaan tidak ditemani oleh siapa pun. Bahkan ada yang tetangganya baru mengetahui yang bersangkutan meninggal setelah lima bulan. Hal ini mengingatkan penulis saat tinggal di barak di Kelvin Grove Road, Brisbane, Australia. Di samping barak yang penulis tempati, ada seorang nenek. Setiap hari nenek tersebut dikunjungi oleh seorang kakek yang sering mengetuk pintu kamarnya, kemudian menanyakan bagaimana kabarnya. Setelah penulis baca-baca tentang kehidupan di Australia, ternyata kakek tersebut mel

Surat At-Tahrim ayat 5

Nouman Ali Khan

Oleh: Nouman Ali Khan

Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan isteri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertaubat, yang mengerjakan ibadat, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan. (Q.S. At-Tahrim, 66: 5)

Kriteria istri ini berpasangan:

  • Muslimatin dengan Mu'minatin
  • Taat dengan Taubat
  • Rajin beribadah dengan memiliki pemikiran yang mendalam
  • Janda dengan perawan
Urutan ini juga merupakan sesuatu yang progresif.

Janda diutamakan dalam ayat ini. Tsayyibat adalah wanita yang dikembalikan kepada rumah ayahnya. Selain Aisyah, pernikahan Rasulullah adalah dengan janda. 

Janda diutamakan karena:
  • pengalamannya
  • kecerdasannya
  • pengakuan
  • pemahamannya terhadap tanggung jawab suami
  • kesopanan
  • lebih baik dalam merawat suaminya
Apa yang terjadi dalam masyarakat nampaknya sangat berbeda dengan apa yang diungkapkan oleh ayat ini. Janda nampaknya menjadi sesuatu yang dihindari oleh masyarakat kita. Padahal perceraian adalah suatu realitas, yang juga dialami oleh para sahabiyah.

Adapun kekurangan dari perawan adalah:
  • terlalu malu
  • sangat enggan
  • banyak reservasi
  • sombong
  • tidak mengenal laki-laki sebelum pernikahan
Semua kriteria istri diatas tidak ada kaitannya dengan mengurus suami. Orang yang dekat dengan Allah, akan baik dengan orang yang ada disekelilingnya, terutama suaminya. Hal ini sama dengan ayat puasa. Setelah ayat tersebut selesai, langsung membicarakan masalah bagaimana bermuamalah dalam perdagangan. Jadi ada hubungan antara takwa dengan perekenomian. 

Tidak ada suami yang relijius yang tidak baik kepada istrinya. Tidak ada istri yang shalih yang tidak merawat suaminya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan