Belajar Al-Qur’an dari Rumah: Saat Tarbiyah Menjadi Percakapan Keluarga

Gambar
  Ada proses pendidikan yang kadang tidak berjalan sesuai rencana. Sejak awal, sebagian orang tua mungkin memiliki harapan agar anak-anaknya tumbuh dalam suasana pembinaan iman yang baik. Mereka ingin anak-anaknya dekat dengan Al-Qur’an, terbiasa menghadiri majelis ilmu, dan memiliki lingkungan pergaulan yang menuntun kepada kebaikan. Namun, dalam kenyataannya, jalan menuju kebaikan tidak selalu lurus dan mudah. Ada anak yang sebenarnya ingin belajar, tetapi merasa belum siap. Ada yang pernah mencoba mengikuti majelis, namun kemudian merasa minder karena melihat orang lain lebih fasih membaca Al-Qur’an. Ada pula kesempatan belajar yang tertunda karena keadaan, kesibukan, jarak, atau situasi yang tidak memungkinkan. Dari sini kita belajar bahwa hidayah, pembinaan, dan proses mendekat kepada Allah tidak selalu datang melalui jalan yang kita bayangkan. Kadang yang dahulu sulit dilakukan di luar rumah, justru terbuka dengan indah di dalam rumah sendiri. Ketika Rumah Menjadi Tempat Tarb...

Surat At-Tahrim ayat 5

Nouman Ali Khan

Oleh: Nouman Ali Khan

Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan isteri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertaubat, yang mengerjakan ibadat, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan. (Q.S. At-Tahrim, 66: 5)

Kriteria istri ini berpasangan:

  • Muslimatin dengan Mu'minatin
  • Taat dengan Taubat
  • Rajin beribadah dengan memiliki pemikiran yang mendalam
  • Janda dengan perawan
Urutan ini juga merupakan sesuatu yang progresif.

Janda diutamakan dalam ayat ini. Tsayyibat adalah wanita yang dikembalikan kepada rumah ayahnya. Selain Aisyah, pernikahan Rasulullah adalah dengan janda. 

Janda diutamakan karena:
  • pengalamannya
  • kecerdasannya
  • pengakuan
  • pemahamannya terhadap tanggung jawab suami
  • kesopanan
  • lebih baik dalam merawat suaminya
Apa yang terjadi dalam masyarakat nampaknya sangat berbeda dengan apa yang diungkapkan oleh ayat ini. Janda nampaknya menjadi sesuatu yang dihindari oleh masyarakat kita. Padahal perceraian adalah suatu realitas, yang juga dialami oleh para sahabiyah.

Adapun kekurangan dari perawan adalah:
  • terlalu malu
  • sangat enggan
  • banyak reservasi
  • sombong
  • tidak mengenal laki-laki sebelum pernikahan
Semua kriteria istri diatas tidak ada kaitannya dengan mengurus suami. Orang yang dekat dengan Allah, akan baik dengan orang yang ada disekelilingnya, terutama suaminya. Hal ini sama dengan ayat puasa. Setelah ayat tersebut selesai, langsung membicarakan masalah bagaimana bermuamalah dalam perdagangan. Jadi ada hubungan antara takwa dengan perekenomian. 

Tidak ada suami yang relijius yang tidak baik kepada istrinya. Tidak ada istri yang shalih yang tidak merawat suaminya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas