Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Isra' Mi'raj di TPA Al-Inayah

Para santri TPA Al-Inayah yang mengikuti Isra' Mi'raj
Pada hari Rabu, 26 April 2017 bertempat di TPA Al-Inayah, Jl. Kapten Pierre Tendean Gg. X Kuala Kapuas dilaksanakan kegiatan Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini diisi dengan ceramah tentang hikmah Isra' dan Mi'raj. Penceramah lebih banyak menyampaikan masalah hikmah Rasulullah SAW ketika bertemu dengan para Nabi dan Rasul mulai dari langit pertama sampai langit ketujuh.

Ketika bercerita tentang Nabi Adam yang ditemui Rasulullah di langit pertama, beliau menceritakan bahwa manusia diturunkan ke muka bumi bukan karena Adam memakan buah Khuldi. Dalam surat Al-Baqarah ayat 30 sudah disampaikan bahwa sebelum penciptaan Adam pun Allah sudah berkehendak untuk menempatkan seorang "khalifah" di muka bumi. Jadi manusia memang diperuntukkan untuk berada di bumi. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)