Memahami Hadis tentang Perempuan Penghuni Neraka: Pentingnya Membaca Konteks

Gambar
Hadis yang menyebut perempuan sebagai mayoritas penghuni neraka sering menimbulkan pertanyaan. Apalagi, dalam riwayat yang sama, terdapat ungkapan yang lazim diterjemahkan sebagai “kurang akal dan agama”. Jika dibaca sepintas, ungkapan tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Bagaimana memahami hadis ini secara lebih utuh? Dalam program Real Talk dari Yaqeen Institute, Dr. Tesneem Alkiek bersama pembawa acara Cadar Mohamud membahas pertanyaan tersebut. Alkiek menekankan pentingnya memperhatikan konteks hadis, penjelasan yang menyertainya, serta kedudukan perempuan dalam tradisi keilmuan Islam. Pembahasan itu mengajak kita untuk memahami pesan hadis dengan cermat, sekaligus menghindari penggunaannya untuk merendahkan orang lain. Nasihat yang Disertai Jalan Perbaikan Hadis yang dibahas menceritakan Nabi Muhammad saw. mendatangi kelompok perempuan pada hari raya. Beliau mengajak mereka bersedekah dan menyampaikan peringatan tentang neraka. Ketika ...

Isra' Mi'raj di TPA Al-Inayah

Para santri TPA Al-Inayah yang mengikuti Isra' Mi'raj
Pada hari Rabu, 26 April 2017 bertempat di TPA Al-Inayah, Jl. Kapten Pierre Tendean Gg. X Kuala Kapuas dilaksanakan kegiatan Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini diisi dengan ceramah tentang hikmah Isra' dan Mi'raj. Penceramah lebih banyak menyampaikan masalah hikmah Rasulullah SAW ketika bertemu dengan para Nabi dan Rasul mulai dari langit pertama sampai langit ketujuh.

Ketika bercerita tentang Nabi Adam yang ditemui Rasulullah di langit pertama, beliau menceritakan bahwa manusia diturunkan ke muka bumi bukan karena Adam memakan buah Khuldi. Dalam surat Al-Baqarah ayat 30 sudah disampaikan bahwa sebelum penciptaan Adam pun Allah sudah berkehendak untuk menempatkan seorang "khalifah" di muka bumi. Jadi manusia memang diperuntukkan untuk berada di bumi. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"