Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Kerja ganda Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTD-RS)

dr. Erny Indrawati sedang memaparkan profil UTD-RS
Dalam paparan mengenai UTD-RS pada hari Kamis, 13 April 2017 di aula RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, dr. Erny Indrawati (pimpinan UTD-RS) menyampaikan bahwa mereka menjalankan fungsi ganda. Selain sebagai unit transfusi darah yang harus mencari donor darah, mereka juga berfungsi sebagai bank darah rumah sakit. Bila sebuah daerah memiliki UTD PMI, maka rumah sakit hanya berperan sebagai bank darah.

Sampai tahun 2017 ini, UTD-RS masih belum memiliki mobil donor sehingga untuk perekrutan donor darah di luar rumah sakit masih menggunakan ambulance rumah sakit. Setiap tahun UTD-RS melayani lebih dari 2000-an kali permintaan darah untuk pasien.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)