Al-Qur’an, Keserakahan, dan Keadilan Ekonomi

Gambar
Banyak orang memahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Makkah terutama berbicara tentang keimanan, tauhid, hari akhir, dan penolakan terhadap penyembahan berhala. Sementara itu, aturan-aturan kehidupan dianggap baru banyak diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun, apabila ayat-ayat Makkiyah dipelajari lebih dalam, akan terlihat bahwa Al-Qur’an sejak awal juga memberikan perhatian besar terhadap persoalan ekonomi, kekuasaan, kesenjangan sosial, dan keserakahan manusia. Dalam khutbahnya, Nouman Ali Khan menjelaskan bahwa kritik Al-Qur’an pada masa Makkah tidak semata-mata ditujukan kepada seluruh orang yang belum beriman. Banyak kritik tersebut secara khusus diarahkan kepada kelompok elite Quraisy, yaitu orang-orang yang memiliki kekayaan, pengaruh sosial, kekuasaan politik, atau kedudukan keagamaan. Al-Qur’an Mengkritik Elite yang Korup Sebagian besar masyarakat Makkah pada masa itu hidup dalam keadaan sed...

Safari Subuh di Masjid Darul Aman

Ustadz Anshari (tengah) sedang menyampaikan Kuliah Subuh
Pada hari Sabtu, 22 April 2017, Safari Subuh Dewan Masjid Indonesia dan Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam Kecamatan Selat bertempat di Masjid Darul Aman, Jalan Pemuda, Kuala Kapuas. Kuliah Subuh disampaikan oleh Ustadz Anshari yang menyampaikan masalah shalat. Berikut catatannya:

Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam surga-Ku. (Q.S. Al Fajr, 89: 27-30)

Shalat adalah mi’raj orang-orang yang beriman (Hadits)

Ibnu Athaillah – shalat adalah puncaknya ibadah.

Abdurrahman Siddiq – manakala aku lihat dari beberapa dalil bahwa shalat itu adalah tiang agama, dan lebih utama dari semua taat, maka suka aku sebutkan kaifiyat shalat zahir agar menjadi peringatan bagiku dan peringatan bagi seumpamaku. Nama kitabnya beberapa rahasia sembahyang. Sembahyang lima waktu itu wajib atas orang yang sudah mukallaf. Dan wajib atas wali untuk menyuruh anak-anaknya sembahyang saat usia tujuh tahun.

Shalat berjama’ah ini besar pahalanya. Ketika ada sahabat yang tidak shalat berjama’ah, beliau mengatakan bahwa bila mendengar adzan maka harus ke masjid. Shalat berjama’ah lebih besar pahalanya 27 kali dibandingkan shalat sendiri.

Bila orang tua rajin beribadah maka anaknya insya Allah rajin juga beribadah.

Abdurrahman Siddiq – wajib memukulnya bila tidak mau shalat ketika berumur 10 tahun. Dan wajib menyuruh anak dan istri dan mereka yang dibawah kuasanya. (Ini tanggung jawab pimpinan untuk mengajak bawahannya untuk shalat. Itulah sebabnya setiap kantor ada mushola-nya).
Orang yang bertasawuf tapi tidak sembahyang, orang itu kafir. Barangsiapa menghimpun tasawuf dan fiqh maka dia adalah orang yang benar.

Anak yang senang hatinya, mudah menerima pelajaran. Rajin beribadah bisa masuk surga, tidak beribadah akan masuk neraka.

Abdurrahman Siddiq – jangan dibiarkan mereka untuk uzur (tidak shalat). 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)