Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Safari Subuh di Masjid Darul Aman

Ustadz Anshari (tengah) sedang menyampaikan Kuliah Subuh
Pada hari Sabtu, 22 April 2017, Safari Subuh Dewan Masjid Indonesia dan Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam Kecamatan Selat bertempat di Masjid Darul Aman, Jalan Pemuda, Kuala Kapuas. Kuliah Subuh disampaikan oleh Ustadz Anshari yang menyampaikan masalah shalat. Berikut catatannya:

Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam surga-Ku. (Q.S. Al Fajr, 89: 27-30)

Shalat adalah mi’raj orang-orang yang beriman (Hadits)

Ibnu Athaillah – shalat adalah puncaknya ibadah.

Abdurrahman Siddiq – manakala aku lihat dari beberapa dalil bahwa shalat itu adalah tiang agama, dan lebih utama dari semua taat, maka suka aku sebutkan kaifiyat shalat zahir agar menjadi peringatan bagiku dan peringatan bagi seumpamaku. Nama kitabnya beberapa rahasia sembahyang. Sembahyang lima waktu itu wajib atas orang yang sudah mukallaf. Dan wajib atas wali untuk menyuruh anak-anaknya sembahyang saat usia tujuh tahun.

Shalat berjama’ah ini besar pahalanya. Ketika ada sahabat yang tidak shalat berjama’ah, beliau mengatakan bahwa bila mendengar adzan maka harus ke masjid. Shalat berjama’ah lebih besar pahalanya 27 kali dibandingkan shalat sendiri.

Bila orang tua rajin beribadah maka anaknya insya Allah rajin juga beribadah.

Abdurrahman Siddiq – wajib memukulnya bila tidak mau shalat ketika berumur 10 tahun. Dan wajib menyuruh anak dan istri dan mereka yang dibawah kuasanya. (Ini tanggung jawab pimpinan untuk mengajak bawahannya untuk shalat. Itulah sebabnya setiap kantor ada mushola-nya).
Orang yang bertasawuf tapi tidak sembahyang, orang itu kafir. Barangsiapa menghimpun tasawuf dan fiqh maka dia adalah orang yang benar.

Anak yang senang hatinya, mudah menerima pelajaran. Rajin beribadah bisa masuk surga, tidak beribadah akan masuk neraka.

Abdurrahman Siddiq – jangan dibiarkan mereka untuk uzur (tidak shalat). 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)