Memahami Hadis tentang Perempuan Penghuni Neraka: Pentingnya Membaca Konteks

Gambar
Hadis yang menyebut perempuan sebagai mayoritas penghuni neraka sering menimbulkan pertanyaan. Apalagi, dalam riwayat yang sama, terdapat ungkapan yang lazim diterjemahkan sebagai “kurang akal dan agama”. Jika dibaca sepintas, ungkapan tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Bagaimana memahami hadis ini secara lebih utuh? Dalam program Real Talk dari Yaqeen Institute, Dr. Tesneem Alkiek bersama pembawa acara Cadar Mohamud membahas pertanyaan tersebut. Alkiek menekankan pentingnya memperhatikan konteks hadis, penjelasan yang menyertainya, serta kedudukan perempuan dalam tradisi keilmuan Islam. Pembahasan itu mengajak kita untuk memahami pesan hadis dengan cermat, sekaligus menghindari penggunaannya untuk merendahkan orang lain. Nasihat yang Disertai Jalan Perbaikan Hadis yang dibahas menceritakan Nabi Muhammad saw. mendatangi kelompok perempuan pada hari raya. Beliau mengajak mereka bersedekah dan menyampaikan peringatan tentang neraka. Ketika ...

Safari Subuh di Masjid Darul Aman

Ustadz Anshari (tengah) sedang menyampaikan Kuliah Subuh
Pada hari Sabtu, 22 April 2017, Safari Subuh Dewan Masjid Indonesia dan Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam Kecamatan Selat bertempat di Masjid Darul Aman, Jalan Pemuda, Kuala Kapuas. Kuliah Subuh disampaikan oleh Ustadz Anshari yang menyampaikan masalah shalat. Berikut catatannya:

Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam surga-Ku. (Q.S. Al Fajr, 89: 27-30)

Shalat adalah mi’raj orang-orang yang beriman (Hadits)

Ibnu Athaillah – shalat adalah puncaknya ibadah.

Abdurrahman Siddiq – manakala aku lihat dari beberapa dalil bahwa shalat itu adalah tiang agama, dan lebih utama dari semua taat, maka suka aku sebutkan kaifiyat shalat zahir agar menjadi peringatan bagiku dan peringatan bagi seumpamaku. Nama kitabnya beberapa rahasia sembahyang. Sembahyang lima waktu itu wajib atas orang yang sudah mukallaf. Dan wajib atas wali untuk menyuruh anak-anaknya sembahyang saat usia tujuh tahun.

Shalat berjama’ah ini besar pahalanya. Ketika ada sahabat yang tidak shalat berjama’ah, beliau mengatakan bahwa bila mendengar adzan maka harus ke masjid. Shalat berjama’ah lebih besar pahalanya 27 kali dibandingkan shalat sendiri.

Bila orang tua rajin beribadah maka anaknya insya Allah rajin juga beribadah.

Abdurrahman Siddiq – wajib memukulnya bila tidak mau shalat ketika berumur 10 tahun. Dan wajib menyuruh anak dan istri dan mereka yang dibawah kuasanya. (Ini tanggung jawab pimpinan untuk mengajak bawahannya untuk shalat. Itulah sebabnya setiap kantor ada mushola-nya).
Orang yang bertasawuf tapi tidak sembahyang, orang itu kafir. Barangsiapa menghimpun tasawuf dan fiqh maka dia adalah orang yang benar.

Anak yang senang hatinya, mudah menerima pelajaran. Rajin beribadah bisa masuk surga, tidak beribadah akan masuk neraka.

Abdurrahman Siddiq – jangan dibiarkan mereka untuk uzur (tidak shalat). 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"