Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Manusia juga senang dengan yang terang-terang

Mati lampu di Langgar Al-Inayah
Pada hari Rabu, 24 Mei 2017 sekitar pukul 17.10 WIB lampu mati tak lama setelah itu terdengar suara berdentum dari arah kejauhan. Rupanya ada kerusakan di gardu induk PLN. Kematian ini terjadi di seluruh kota Kuala Kapuas.

Ketika admin menuju Apotek Murah, saat melewati Indomaret banyak sekali motor parkir di depannya. Saat selesai dari apotek, admin berhenti di seberang Indomaret di Jalan Tambun Bungai ingin melihat apa yang sedang terjadi. Rupanya anak-anak muda banyak yang nongkrong di depan Indomaret yang sangat terang lampunya.
Suasana di depan Indomaret Tambun Bungai

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"