Psikologi Kekayaan: Bagaimana Islam Mengajarkan Kita Mengelola Uang

Gambar
  Apakah banyaknya harta otomatis membuat kita bahagia dan mulia di sisi Allah? Atau justru bisa menjadi ujian yang menjerumuskan? Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad ﷺ mengingatkan bahwa setiap umat memiliki ujian, dan ujian bagi umat beliau adalah kekayaan . Pesan ini terasa sangat dekat dengan kondisi kita hari ini: hidup di tengah arus kapitalisme, iklan yang tak putus, dan budaya “harus punya lebih”. Tulisan ini merangkum gagasan penting dari karya Dr. Osman Umarji “Psychology of Wealth: An Islamic Perspective on Personal Finance” tentang bagaimana Islam membentuk cara pandang seorang Muslim terhadap harta dan keuangan pribadi. 1. Cara Pandang Ekonomi Modern vs Cara Pandang Islam Ekonomi modern (khususnya aliran neoklasik) memandang manusia sebagai makhluk yang selalu mengejar kepuasan maksimal . Tolok ukurnya sederhana: semakin banyak, semakin enak, semakin nyaman, semakin baik. Beberapa ciri cara pandang ini: Tujuan utama: mengejar kesenangan duniawi (pleasure). M...

Manusia juga senang dengan yang terang-terang

Mati lampu di Langgar Al-Inayah
Pada hari Rabu, 24 Mei 2017 sekitar pukul 17.10 WIB lampu mati tak lama setelah itu terdengar suara berdentum dari arah kejauhan. Rupanya ada kerusakan di gardu induk PLN. Kematian ini terjadi di seluruh kota Kuala Kapuas.

Ketika admin menuju Apotek Murah, saat melewati Indomaret banyak sekali motor parkir di depannya. Saat selesai dari apotek, admin berhenti di seberang Indomaret di Jalan Tambun Bungai ingin melihat apa yang sedang terjadi. Rupanya anak-anak muda banyak yang nongkrong di depan Indomaret yang sangat terang lampunya.
Suasana di depan Indomaret Tambun Bungai

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas