The Salahuddin Generation (Ep. 4): Nur ad-Din Menyatukan Syam—Dari “Dawla” ke “Din”

Gambar
  Setiap kali ada sosok baik yang mulai mengangkat panji perbaikan, ia dibunuh—sering di hari Jumat, di ruang publik, agar ketakutan menyebar cepat. Umat pun seperti kembali ke “titik nol”. Episode 4 ini menunjukkan titik balik: harapan yang sempat runtuh, lalu bangkit lagi —melalui Imad ad-Din Zengi, dan lebih besar lagi melalui putranya: Nur ad-Din Mahmud Zengi , penguasa yang dibesarkan oleh ulama. 1) Pola Teror: Pembunuhan Jumat untuk Menguasai Psikologi Umat Episode dibuka dengan pengingat pola para pembunuh (assassins): mereka memilih masjid dan Jumat karena itu “panggung” paling efektif di era tanpa media massa. Tujuannya bukan hanya menghilangkan tokoh, tetapi membunuh harapan . Namun sejarah mengajarkan: harapan yang ditanam dalam iman dan kerja sistematis tidak mudah dipadamkan. 2) Imad ad-Din Zengi: Dua Kunci—Persatuan dan Keadilan Ketika Zengi naik, ia membawa dua misi utama: Persatuan : musuh yang solid tidak bisa dilawan oleh umat yang tercerai-berai. Keadi...

Manusia juga senang dengan yang terang-terang

Mati lampu di Langgar Al-Inayah
Pada hari Rabu, 24 Mei 2017 sekitar pukul 17.10 WIB lampu mati tak lama setelah itu terdengar suara berdentum dari arah kejauhan. Rupanya ada kerusakan di gardu induk PLN. Kematian ini terjadi di seluruh kota Kuala Kapuas.

Ketika admin menuju Apotek Murah, saat melewati Indomaret banyak sekali motor parkir di depannya. Saat selesai dari apotek, admin berhenti di seberang Indomaret di Jalan Tambun Bungai ingin melihat apa yang sedang terjadi. Rupanya anak-anak muda banyak yang nongkrong di depan Indomaret yang sangat terang lampunya.
Suasana di depan Indomaret Tambun Bungai

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas