Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Ratusan guru kontrak ikuti apel gabungan

Suasana apel gabungan di Stadion Panunjung Tarung
Pada hari Rabu, 24 Mei 2017 bertempat di Stadion Panunjung Tarung dilaksanakan kegiatan apel gabungan peringatan Hari Pendidikan Nasional, Hari Kebangkitan Nasional, dan Hari Jadi Kalimantan Tengah. Dalam apel ini ada hal yang baru dimana ada sekelompok peserta upacara yang mengenakan pakaian putih hitam. Rupanya mereka adalah para guru kontrak yang baru saja diangkat oleh Pemerintah Kabupaten Kapuas. 

Hiburan berupa lagu-lagu nusantara disampaikan oleh Paduan Suara SMA Negeri 2 Kuala Kapuas. Setelah upacara selesai para guru kontrak menerima SK dari Bupati secara simbolis yang diwakili oleh satu guru untuk masing-masing kecamatan yang ada di Kabupaten Kapuas. Berikut video-videonya:







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"