Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Safari Subuh Dewan Masjid Indonesia di Masjid Al-Ikhlas

Bapak Muhammad Yamani, S.Ag menyampaikan kuliah subuh
Pada hari Sabtu, 6 Mei 2017 bertempat di Masjid Al-Ikhlas dilaksanakan kegiatan Safari Subuh. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Dewan Masjid Indonesia Cabang Kapuas dan Kelompok Kerja Penyuluh Agama Kecamatan Selat. Kuliah subuh disampaikan oleh Bapak Muhammad Yamani, S.Ag dengan topik keutamaan shalat berjama’ah. Berikut catatan ceramahnya:

Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (Q.S. At-Taubah, 9: 18)

Kemewahan dunia tidak ada artinya, karena dia akan meninggalkan kita. Iman dan Islam akan senantiasa menyertai kita. Imam Abu Hanifah ditanya tentang dosa apa bila iman dan Islam hilang dari hati. Jawab beliau:
1.       Tidak mensyukuri iman dan Islam yang ada dalam hati
2.       Meninggalkan akhir kehidupan kita apakah iman dan Islam atau tidak
3.       Menzalimi kehidupan

Bagaimana mensyukuri iman yang diberikan Allah: Meningkatkan ibadah kepada Allah SWT. Rasulullah meminta kita untuk memperbaharui iman kita. Salah satu jalan untuk meningkatkan iman adalah shalat berjama’ah. Sebagaimana ayat 9: 18, menunjukkan bahwa yang shalat berjama’ah adalah orang yang beriman. Shalat berjama’ah lebih utama dari shalat sendirian dengan 25 atau 27 derajat.

Dalam sahih Bukhari yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah: shalat seorang berjama’ah di masjid lebih utama dari shalatnya di pasar atau di rumahnya. Di pasar itu bisa berarti di kantor atau di toko. Yang demikian itu bisa diraih jika seorang kamu berwudhu‘ dan menyempurnakan wudhu’nya. Kalau bisa kita berangkat dari rumah sudah berwudhu‘. 

Keutamaan berjalan ke masjid:
·         Allah angkat derajatnya
·         Dituliskan pahala yang banyak
·         Allah hapus kesalahan-kesalahan kita

Ketika masuk masjid dengan kaki kanan, baca do’a masuk masjid, malaikat langsung mendo’akan. Ya Allah rahmati dia, ampuni dia dan terima taubatnya. Selama kita berada di dalam masjid, kita dicatat oleh malaikat sebagai orang yang selalu dalam keadaan shalat. Beruntunglah orang yang dalam keadaan bersuci dalam rumah-Ku (Allah menjamu orang yang berwudhu‘ di dalam masjid). Selama kita tidak merusak amal di dalam masjid (riya) atau tidak berhadats. Do’a malaikat sampai kita keluar dari masjid.

Kita bermuzakarah seperti ini mendapat kemuliaan: Barangsiapa yang keluar menuntut ilmu maka dia seperti orang keluar fi sabilillah. Tidaklah berkumpul sekelompok orang di masjid dan membaca ayat Qur’an kemudian kita bahas Qur’an itu melainkan Allah turunkan kepada mereka itu ketenangan jiwa. Banyak orang yang tidak tahu bahwa masjid adalah tempat untuk menenangkan jiwa. Kemudian dicurahkan kepada kita rahmat.

Shalat berjama’ah sangat dianjurkan oleh Rasulullah. Rasulullah bertanya kepada sahabatnya: wahai sahabatku inginkah kamu aku beritahu satu amalan yang bisa menghapus dosa dan mengangkat derajat. Kata Rasulullah:
·         Menyempurnakan wudhu‘ sekalipun dalam keadaan yang tidak kita sukai.
·         Banyak melangkah ke masjid (shalat berjama’ah).
·         Menunggu shalat setelah shalat

Allah berfirman: jangan lupakan bagian kalian di dunia. Mencari nafkah adalah sampingan. Ketika ada seruan shalat, kita segera ke masjid. Jangan sampai kita datang ke masjid menjelang waktunya habis.

Pada hari kiamat ketika Allah membangkitkan manusia. Ketika Rasulullah ditanya tentang apa pengertian salah satu ayat tentang kebangkitan, beliau menangis. Ada 12 golongan umat yang akan dibangkitkan: ada yang lidahnya terjulur, dibangkitkan dalam keadaan buta (mengapa engkau bangkitkan dalam keadaan buta, sedang aku di dunia melihat. Firman Allah: dulu di dunia aku sudah sampaikan ayat tentang akhirat dll, engau melupakannya, hari ini aku lupakan engkau); tidak bertangan tidak berkaki (orang-orang yang jahat terhadap tetangganya); seperti bulan (yang beramal shaleh dan melazimi shalat berjama’ah).

Abdullah bin Ummi Maktum pernah minta keringanan dari Rasulullah. Beliau adalah sahabat yang mulia. Surat Abasa turun karena beliau. Jarak rumahnya sekitar 1 km dari masjid Nabi. Antara Zuhur dan Ashar beliau I’tikaf. Antara Maghrib dan Isya beliau akan I’tikaf. Beliau bertanya kepada Rasulullah: apakah saya diberi keringanan. Aku ini buta, tidak ada yang menuntunku ke masjid. Rasulullah: apakah engkau mendengar adzan? Dia mejawab: ya. Rasulullah: selama engkau mendengar adzan maka tunaikan shalat di masjid.


Setiap ayat yang ada kata “Ya ayyuhalladzina amanu” pelaksanaan perintah tersebut menunjukkan kualitas keimanan seseorang. Seperti 2: 183 – perintah berpuasa. Dalam 9: 18 menunjukkan bahwa yang memakmurkan masjid adalah orang beriman. Dalam 9: 17 tidak pantas orang musyrik memakmurkan masjid Allah. Kalau kita malas berjama’ah ke masjid, kita harus koreksi iman kita. Apa banyak dosa sehingga menutupi hati kita. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)