The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

Seminar Parenting Yayasan Islam Al-Amin Kapuas

Ketua yayasan, Agus Setiawan, sedang memberikan sambutan
Pada hari Sabtu, 29 April 2017 bertempat di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Manggatang Tarung, Kuala Kapuas dilaksanakan kegiatan Seminar Parenting. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Yayasan Islam Al-Amin Kapuas dengan tema: Memetakan Potensi Unggul Masa Depan Anak Melalui Perilaku Mereka Sehari-hari. Key Note Speaker seminar ini adalah Ir. H. Muhajirin, MP.. Sedang pembicaranya adalah Imam Muchrozi. Kegiatan ini ditujukan terutama untuk orang tua murid Sekolah Islam Terpadu Al-Amin Kapuas dan juga masyarakat umum yang berminat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas