Tahajjud: Energi Sunyi yang Menguatkan Diri dan Masyarakat

Gambar
  Pernahkah kita merasa lelah—bukan hanya fisik, tapi juga lelah hati? Lelah menghadapi tuntutan hidup, berita buruk yang tak ada habisnya, pekerjaan yang menumpuk, dan hubungan sosial yang kadang menguras energi. Dalam situasi seperti ini, banyak orang mencari “bahan bakar” agar bisa tetap kuat, tetap baik, dan tetap memberi manfaat. Buku kecil  “Tahajjud: Fuel for the Self and Society”  menawarkan satu jawaban yang sederhana namun dalam:  tahajjud —shalat malam—sebagai  bahan bakar  yang menyalakan kembali jiwa, lalu memancar menjadi kebaikan sosial. Ketika Dunia Gelap, Ada Cahaya yang Menyala di Rumah-rumah Penulis menggambarkan pengalaman tinggal di Damaskus: menjelang malam, lampu-lampu rumah perlahan padam—orang tidur. Namun  sekitar satu jam sebelum Subuh , ada rumah-rumah yang kembali menyalakan lampu: mereka bangun untuk beribadah. Pemandangan ini membuat penulis merenung:  seandainya bumi dilihat dari langit, betapa indahnya rumah-rumah ...

Ummi ikut tadarus di langgar

Para wanita ikut tadarus di langgar
Sepulangnya shalat tarawih pada malam pertama Ramadhan (26 Mei 2017) Ummi bertanya tentang tadarusan yang diadakan setelah shalat tarawih. Apakah ada perempuan yang ikut tadarus, saya jawab ada. Apakah bacanya bersama-sama atau sendiri sendiri, saya jawab sendiri-sendiri. Apakah ada yang membetulkan bacaan, saya jawab ada yaitu Pak Ramli.

Keesokan harinya setelah shalat tarawih malam kedua (27 Mei 2017) Ummi ikut tadarus bersama anak-anak perempuan yang juga shalat tarawih di langgar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas