Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Ummi ikut tadarus di langgar

Para wanita ikut tadarus di langgar
Sepulangnya shalat tarawih pada malam pertama Ramadhan (26 Mei 2017) Ummi bertanya tentang tadarusan yang diadakan setelah shalat tarawih. Apakah ada perempuan yang ikut tadarus, saya jawab ada. Apakah bacanya bersama-sama atau sendiri sendiri, saya jawab sendiri-sendiri. Apakah ada yang membetulkan bacaan, saya jawab ada yaitu Pak Ramli.

Keesokan harinya setelah shalat tarawih malam kedua (27 Mei 2017) Ummi ikut tadarus bersama anak-anak perempuan yang juga shalat tarawih di langgar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"