Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Mobil Pembersih Sampah Modern

Mobil pembersih sampah di Jalan G. Obos, Palangka Raya
Pada hari Senin, 10 Juli 2017 saat melintasi Jalan G. Obos, Palangka Raya, tepatnya di depan taman yang ada di perempatan bundaran kecil (dekat Kantor Gubernur Kalteng), admin melihat mobil pembersih jalan. Biasanya mobil pembersih jalan berupa truk yang besar, tapi sekarang bentuknya mobil yang mungil. Admin bertanya kepada supirnya ada berapa mobil seperti ini di Palangka Raya. Dia menjawab hanya satu ini saja.

Cara kerja mobil ini adalah menyapu sampah yang ada di depan dan sampingnya ke arah tengah. Nanti dibagian tengah bawah mobil tersebut ada alat "vaccuum" yang akan menyedot sampah tersebut masuk ke dalam penampungan yang ada di bagian belakang. Mobil ini hanya melayani jalan-jalan besar di sekitar kantor gubernur saja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"