Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pemeriksaan kebugaran calon jama'ah haji

Para dokter pemeriksa calon jama'ah haji Kapuas (Courtesy of Yuyun, Dinkes)
Pada hari Kamis, 20 Juli 2017 bertempat di aula Kantor Bupati Kapuas dilaksanakan kegiatan pemeriksaan kebugaran bagi calon jama'ah haji di Kabupaten Kapuas. Mereka pada minggu yang lalu sudah menjalani pemeriksaan kesehatan tahap II di gazebo rumah sakit. Dalam kesempatan ini para dokter harus memutuskan apakah pasien yang sudah diperiksa minggu lalu, sekarang diperbolehkan untuk mengikuti tes kebugaran atau tidak. Bila boleh, mereka akan menjalani tes kebugaran tersebut. Bila tidak, maka mereka diminta untuk langsung mendapatkan vaksinasi meningitis.

Tes kebugaran ini dilaksanakan oleh Seksi Kesehatan Jasmani dan Olahraga Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas dibantu oleh dokter dan perawat dari puskesmas yang ada disekitar Kuala Kapuas.

Dalam pemeriksaan ini masih didapatkan para calon jama'ah yang belum sempat memeriksakan kesehatan mereka di rumah sakit karena sedang tidak sehat. Ada juga yang kemarin tidak sempat periksa kehamilan, dan saat diperiksa kehamilan ternyata positif. Usia kehamilannya tidak memungkinkannya untuk mengikuti haji pada tahun ini. Ada juga pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit Ulin Banjarmasin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"