Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Reuni "sang da'i" di Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas

Ustadz Muhajir sedang menyampaikan ta'lim (Courtesy of Supriyanto)
Beliau biasa dipanggil "Ustadz Muhajir". Beliau adalah seorang da'i yang sejak awal berdirinya Pondok Pesantren Al-Amin sering diundang untuk memberikan motivasi kepada para santri. Meskipun sudah tidak lagi tinggal di Palangka Raya, baik di Pangkalan Bun maupun Lamandau, pihak pondok pesantren selalu mengundang beliau untuk mengisi kegiatan-kegiatan kemahasiswaan.

Pada hari Rabu, 26 Juli 2017, sang ustadz mampir ke pondok pesantren untuk bersilaturahmi. Kesempatan ini digunakan oleh pondok untuk menyelenggarakan kegiatan ta'lim yang beliau isi langsung.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"