The Salahuddin Generation (Ep. 4): Nur ad-Din Menyatukan Syam—Dari “Dawla” ke “Din”

Gambar
  Setiap kali ada sosok baik yang mulai mengangkat panji perbaikan, ia dibunuh—sering di hari Jumat, di ruang publik, agar ketakutan menyebar cepat. Umat pun seperti kembali ke “titik nol”. Episode 4 ini menunjukkan titik balik: harapan yang sempat runtuh, lalu bangkit lagi —melalui Imad ad-Din Zengi, dan lebih besar lagi melalui putranya: Nur ad-Din Mahmud Zengi , penguasa yang dibesarkan oleh ulama. 1) Pola Teror: Pembunuhan Jumat untuk Menguasai Psikologi Umat Episode dibuka dengan pengingat pola para pembunuh (assassins): mereka memilih masjid dan Jumat karena itu “panggung” paling efektif di era tanpa media massa. Tujuannya bukan hanya menghilangkan tokoh, tetapi membunuh harapan . Namun sejarah mengajarkan: harapan yang ditanam dalam iman dan kerja sistematis tidak mudah dipadamkan. 2) Imad ad-Din Zengi: Dua Kunci—Persatuan dan Keadilan Ketika Zengi naik, ia membawa dua misi utama: Persatuan : musuh yang solid tidak bisa dilawan oleh umat yang tercerai-berai. Keadi...

Jalan Tanpa Lubang


Saat mabit di Islamic Center Al-Amin Kapuas pada tanggal 29 September 2017, admin diberitahu oleh Pimpinan Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas, Bapak Supriyanto, bahwa jalan dari Pondok Pesantren ke Kuala Kapuas sudah tanpa lubang. Admin agak sangsi karena dua hari sebelumnya (27 September 2017 - saat video diatas dibuat), jalan masih ada lubangnya. Pada hari Senin, 2 Oktober 2017 ketika admin ke Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas, ternyata benar kata Pak Supri bahwa jalannya sudah tanpa lubang. Kendaraan bisa melaju tanpa hambatan yang berarti. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas