Memahami Hadis tentang Perempuan Penghuni Neraka: Pentingnya Membaca Konteks

Gambar
Hadis yang menyebut perempuan sebagai mayoritas penghuni neraka sering menimbulkan pertanyaan. Apalagi, dalam riwayat yang sama, terdapat ungkapan yang lazim diterjemahkan sebagai “kurang akal dan agama”. Jika dibaca sepintas, ungkapan tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Bagaimana memahami hadis ini secara lebih utuh? Dalam program Real Talk dari Yaqeen Institute, Dr. Tesneem Alkiek bersama pembawa acara Cadar Mohamud membahas pertanyaan tersebut. Alkiek menekankan pentingnya memperhatikan konteks hadis, penjelasan yang menyertainya, serta kedudukan perempuan dalam tradisi keilmuan Islam. Pembahasan itu mengajak kita untuk memahami pesan hadis dengan cermat, sekaligus menghindari penggunaannya untuk merendahkan orang lain. Nasihat yang Disertai Jalan Perbaikan Hadis yang dibahas menceritakan Nabi Muhammad saw. mendatangi kelompok perempuan pada hari raya. Beliau mengajak mereka bersedekah dan menyampaikan peringatan tentang neraka. Ketika ...

Kalimat "Saya sedang sibuk" bisa menghancurkan hidup seseorang



World Championship of Public Speaking 2015 menampilkan Mohammed Qahtani. Beliau menyampaikan tentang kekuatan kata-kata. Beliau mencontohkan bagaimana argumentasi buatan beliau tentang kampanye bahaya rokok adalah sesuatu yang tidak berdasar telah membuat temannya akhirnya mulai merokok.

Beliau juga menggambarkan bagaimana ketika beliau melarang anaknya untuk tidak lagi menggambar dinding rumah dengan krayon secara keras, tidak membuat anak tersebut berhenti untuk melakukannya. Tetapi ketika dia meminta anaknya untuk berhenti karena sekarang dia sudah besar, maka anak tersebut dengan senang hati menghentikan perbuatannya.

Terakhir beliau mencontohkan bagaimana seorang anak yang ingin mendapatkan pujian dari ayah ideologisnya. Ketika dia berhasil meraih nilai A di kuliahnya, dia menelpon ayahnya untuk minta dipuji dengan keberhasilan ayahnya. Ayahnya menjawab: "Saya sedang sibuk, nanti saya telepon kembali." Hal ini langsung membuat sang anak patah hatinya. Dia langsung mabuk-mabukan dan menjadi pengguna obat terlarang. 

Ketika sang anak ditanya mengapa dia melakukan semua ini, sambil mabuk dia mengatakan bahwa kalau orang yang dia hargai saja sudah tidak lagi mempedulikannya, maka semua ini tidak ada artinya.

Suatu hari Mohammed Qahtani mendapat telepon dari Instalasi Gawat Darurat yang mengabarkan bahwa sang anak sedang sekarat. Ketika dia menjenguknya, monitor menunjukkan bahwa jantungnya berhenti. Para dokter dan perawat langsung melakukan resusitasi jantung paru dengan menggunakan DC-shock, namun tidak berhasil. 

Jadi satu kalimat yaitu "Saya sedang sibuk" bisa menghancurkan hidup seseorang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"