Kunci Tadabbur: Cara Membaca Al-Qur’an dengan Lebih Dalam dan Mengena

Gambar
  Banyak dari kita rajin membaca Al-Qur’an, tetapi kadang merasa “belum tersentuh” atau sulit menangkap pesan yang benar-benar mengubah diri. Buku kecil Keys to Tadabbur: How to Reflect Deeply on the Qur’an mengingatkan: Al-Qur’an diturunkan bukan hanya untuk dilafalkan, tetapi untuk direnungkan (tadabbur) agar menjadi pengingat dan penuntun hidup.  Tadabbur bukan kegiatan “khusus ustaz”. Justru, orang awam tetap bisa melakukan refleksi, muhasabah, dan “terbangun” hatinya melalui Al-Qur’an—dan kita tidak boleh tertipu bisikan yang membuat kita menjauh dari tadabbur.  Berikut rangkuman kunci-kunci tadabbur yang praktis, mudah diikuti, dan relevan untuk kehidupan sehari-hari. 1) Mulai dari “membersihkan wadah”: detoks hati Penulis menekankan bahwa “wadah” Al-Qur’an adalah hati. Jika hati dipenuhi dosa, kesombongan, atau dorongan hawa nafsu yang tak terkendali, pesan Al-Qur’an jadi sulit masuk dan “menetap”. Ibarat cermin berkarat: gambar yang dipantulkan tidak akan jelas. ...

Kalimat "Saya sedang sibuk" bisa menghancurkan hidup seseorang



World Championship of Public Speaking 2015 menampilkan Mohammed Qahtani. Beliau menyampaikan tentang kekuatan kata-kata. Beliau mencontohkan bagaimana argumentasi buatan beliau tentang kampanye bahaya rokok adalah sesuatu yang tidak berdasar telah membuat temannya akhirnya mulai merokok.

Beliau juga menggambarkan bagaimana ketika beliau melarang anaknya untuk tidak lagi menggambar dinding rumah dengan krayon secara keras, tidak membuat anak tersebut berhenti untuk melakukannya. Tetapi ketika dia meminta anaknya untuk berhenti karena sekarang dia sudah besar, maka anak tersebut dengan senang hati menghentikan perbuatannya.

Terakhir beliau mencontohkan bagaimana seorang anak yang ingin mendapatkan pujian dari ayah ideologisnya. Ketika dia berhasil meraih nilai A di kuliahnya, dia menelpon ayahnya untuk minta dipuji dengan keberhasilan ayahnya. Ayahnya menjawab: "Saya sedang sibuk, nanti saya telepon kembali." Hal ini langsung membuat sang anak patah hatinya. Dia langsung mabuk-mabukan dan menjadi pengguna obat terlarang. 

Ketika sang anak ditanya mengapa dia melakukan semua ini, sambil mabuk dia mengatakan bahwa kalau orang yang dia hargai saja sudah tidak lagi mempedulikannya, maka semua ini tidak ada artinya.

Suatu hari Mohammed Qahtani mendapat telepon dari Instalasi Gawat Darurat yang mengabarkan bahwa sang anak sedang sekarat. Ketika dia menjenguknya, monitor menunjukkan bahwa jantungnya berhenti. Para dokter dan perawat langsung melakukan resusitasi jantung paru dengan menggunakan DC-shock, namun tidak berhasil. 

Jadi satu kalimat yaitu "Saya sedang sibuk" bisa menghancurkan hidup seseorang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas