The Salahuddin Generation (Ep. 11): Salahuddin’s Legacy — Warisan Terbesar Bukan Tahta, Bukan Kota, Bahkan Bukan Yerusalem

Gambar
Ia mengalahkan para raja. Ia membebaskan Yerusalem. Ia mematahkan Perang Salib Ketiga. Tetapi pada akhirnya—apa yang paling ia takutkan? Apa yang paling ia rindukan? Dan apa yang paling ia titipkan? Episode penutup ini menjawab dengan kalimat yang menohok: yang paling besar dalam pandangan Salahuddin bukanlah kota, bukan kejayaan, bahkan bukan Yerusalem sebagai “trofi” sejarah. Yang paling besar adalah Allah , dan segala yang selain-Nya hanyalah jalan. 1) Mars Terakhir Menuju Yerusalem: “Tidak Ada Lagi yang Datang Menolong” Setelah bertahun-tahun perang, pasukan Frank akhirnya mencoba mengambil “hadiah utama”: Yerusalem . Salahuddin tahu, ini bukan sekadar pertempuran biasa. Maka ia mengumpulkan tentara dan berkata tegas: kalian adalah tentara Islam hari ini, darah, harta, dan keluarga kaum Muslim bergantung pada kalian, tidak ada Muslim lain yang akan datang menolong, ini amanah yang Allah letakkan di pundak kalian. Pidato ini bukan untuk membakar emosi semata, t...

MCK hibah dari Kemenag untuk Ponpes Al-Amin Kapuas

Kamar mandi
Pada hari Rabu minggu lalu, admin diingatkan untuk melihat MCK (Mandi, Cuci, Kakus) hibah dari kementerian agama, tapi admin lupa. Baru hari ini, Senin, 20 November 2017 admin menyempatkan diri untuk melihat MCK ini.
Tempat mencuci
Bangunan ini terdiri dari dua buah kamar mandi, empat buah WC dan enam buah tempat untuk mencuci. Untuk WC sudah disediakan "septic tank"-nya. Namun sayang untuk air buangan kamar mandi, dibuang langsung ke bawah bangunan.
WC
MCK sangat membantu bagi para santri wanita yang jumlahnya cukup banyak.
Tampak luar bangunan MCK

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas