Membayangkan Adaptasi Iklim di Kota: Dari “Bangun Infrastruktur” ke “Belajar Bersama”

Gambar
  (Pelajaran dari webinar IMAGINE Adaptation dan ide penerapannya untuk Kabupaten Kapuas) Perubahan iklim bukan lagi cerita masa depan. Kita sudah merasakannya lewat cuaca yang makin tidak menentu, banjir yang datang lebih sering, hari-hari panas yang menyengat, atau musim yang bergeser. Pertanyaannya bukan lagi “apakah perubahan iklim terjadi?”, melainkan: bagaimana kita beradaptasi, dan bagaimana kita tahu adaptasi itu berhasil? Dalam webinar publik yang menandai tahun keempat proyek riset IMAGINE Adaptation (didanai European Research Council), para peneliti dari BC3 (Basque Centre for Climate Change) memaparkan satu gagasan penting: adaptasi tidak bisa dinilai hanya dari daftar target dan angka-angka . Adaptasi harus dipahami sebagai proses sosial—bahkan politik—yang melibatkan nilai, pengalaman, dan pengetahuan lokal. Dan untuk bisa mengevaluasi adaptasi, kita harus lebih dulu membayangkan bersama : adaptasi yang “baik” itu seperti apa bagi warga? Berikut rangkuman gagasan...

MCK hibah dari Kemenag untuk Ponpes Al-Amin Kapuas

Kamar mandi
Pada hari Rabu minggu lalu, admin diingatkan untuk melihat MCK (Mandi, Cuci, Kakus) hibah dari kementerian agama, tapi admin lupa. Baru hari ini, Senin, 20 November 2017 admin menyempatkan diri untuk melihat MCK ini.
Tempat mencuci
Bangunan ini terdiri dari dua buah kamar mandi, empat buah WC dan enam buah tempat untuk mencuci. Untuk WC sudah disediakan "septic tank"-nya. Namun sayang untuk air buangan kamar mandi, dibuang langsung ke bawah bangunan.
WC
MCK sangat membantu bagi para santri wanita yang jumlahnya cukup banyak.
Tampak luar bangunan MCK

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas