The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

MCK hibah dari Kemenag untuk Ponpes Al-Amin Kapuas

Kamar mandi
Pada hari Rabu minggu lalu, admin diingatkan untuk melihat MCK (Mandi, Cuci, Kakus) hibah dari kementerian agama, tapi admin lupa. Baru hari ini, Senin, 20 November 2017 admin menyempatkan diri untuk melihat MCK ini.
Tempat mencuci
Bangunan ini terdiri dari dua buah kamar mandi, empat buah WC dan enam buah tempat untuk mencuci. Untuk WC sudah disediakan "septic tank"-nya. Namun sayang untuk air buangan kamar mandi, dibuang langsung ke bawah bangunan.
WC
MCK sangat membantu bagi para santri wanita yang jumlahnya cukup banyak.
Tampak luar bangunan MCK

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas