Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

The Community Fridge - Kulkas untuk orang tidak mampu



Ide ini patut ditiru oleh pengusaha Muslim. Rekz Afzal, seorang pengusaha Muslim dari Scotland, Inggris menyediakan sebuah kulkas yang berisi berbagai keperluan sehari-hari untuk orang yang tidak mampu. Idenya muncul ketika ada pelanggan yang tidak mampu untuk membeli barang keperluan sehari-hari mereka di tokonya.



Ketika beliau sudah menyediakan kulkas ini, ada pelanggan dari kalangan tidak mampu yang tidak percaya bahwa mereka bisa mengambil barang-barang tersebut secara gratis.



Rekz Afzal berharap idenya bisa diterapkan diseluruh dunia, sehingga para orang tidak mampu dapat disantuni dengan baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"