Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pelayanan Sosial PMI Kabupaten Kapuas di Sei Tatas Hulu dan Hilir

Relawan PMI menyerahkan bantuan sembako
Foto bareng di depan markas
Dalam rangka merayakan Hari Sukarelawan PMI 2017, pada tanggal 28 Desember 2017, para relawan Palang Merah Remaja (PMR), Korps Sukarela (KSR) dan staf Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kapuas menyelenggarakan kegiatan pelayanan sosial. Kegiatannya berupa pembagian sembako bagi masyarakat yang kurang mampu di Desa Sei Tatas Hulu, Sei Tatas Hilir, Kecamatan Pulau Petak dan Desa Sei Asam, Kecamatan Kapuas Hilir. Jumlah keluarga yang mendapatkan bingkisan sebanyak 41 KK.

Relawan PMR yang terlibat berasal dari SMAN 1 Kuala Kapuas, SMAN 1 Kapuas Timur, SMAN 2 Kuala Kapuas, MAN Selat Kapuas, SMKN 1 Kuala Kapuas dan SMKN 2 Kuala Kapuas. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"