Membayangkan Adaptasi Iklim di Kota: Dari “Bangun Infrastruktur” ke “Belajar Bersama”

Gambar
  (Pelajaran dari webinar IMAGINE Adaptation dan ide penerapannya untuk Kabupaten Kapuas) Perubahan iklim bukan lagi cerita masa depan. Kita sudah merasakannya lewat cuaca yang makin tidak menentu, banjir yang datang lebih sering, hari-hari panas yang menyengat, atau musim yang bergeser. Pertanyaannya bukan lagi “apakah perubahan iklim terjadi?”, melainkan: bagaimana kita beradaptasi, dan bagaimana kita tahu adaptasi itu berhasil? Dalam webinar publik yang menandai tahun keempat proyek riset IMAGINE Adaptation (didanai European Research Council), para peneliti dari BC3 (Basque Centre for Climate Change) memaparkan satu gagasan penting: adaptasi tidak bisa dinilai hanya dari daftar target dan angka-angka . Adaptasi harus dipahami sebagai proses sosial—bahkan politik—yang melibatkan nilai, pengalaman, dan pengetahuan lokal. Dan untuk bisa mengevaluasi adaptasi, kita harus lebih dulu membayangkan bersama : adaptasi yang “baik” itu seperti apa bagi warga? Berikut rangkuman gagasan...

Pelayanan Sosial PMI Kabupaten Kapuas di Sei Tatas Hulu dan Hilir

Relawan PMI menyerahkan bantuan sembako
Foto bareng di depan markas
Dalam rangka merayakan Hari Sukarelawan PMI 2017, pada tanggal 28 Desember 2017, para relawan Palang Merah Remaja (PMR), Korps Sukarela (KSR) dan staf Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kapuas menyelenggarakan kegiatan pelayanan sosial. Kegiatannya berupa pembagian sembako bagi masyarakat yang kurang mampu di Desa Sei Tatas Hulu, Sei Tatas Hilir, Kecamatan Pulau Petak dan Desa Sei Asam, Kecamatan Kapuas Hilir. Jumlah keluarga yang mendapatkan bingkisan sebanyak 41 KK.

Relawan PMR yang terlibat berasal dari SMAN 1 Kuala Kapuas, SMAN 1 Kapuas Timur, SMAN 2 Kuala Kapuas, MAN Selat Kapuas, SMKN 1 Kuala Kapuas dan SMKN 2 Kuala Kapuas. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas