The Salahuddin Generation (Ep. 4): Nur ad-Din Menyatukan Syam—Dari “Dawla” ke “Din”

Gambar
  Setiap kali ada sosok baik yang mulai mengangkat panji perbaikan, ia dibunuh—sering di hari Jumat, di ruang publik, agar ketakutan menyebar cepat. Umat pun seperti kembali ke “titik nol”. Episode 4 ini menunjukkan titik balik: harapan yang sempat runtuh, lalu bangkit lagi —melalui Imad ad-Din Zengi, dan lebih besar lagi melalui putranya: Nur ad-Din Mahmud Zengi , penguasa yang dibesarkan oleh ulama. 1) Pola Teror: Pembunuhan Jumat untuk Menguasai Psikologi Umat Episode dibuka dengan pengingat pola para pembunuh (assassins): mereka memilih masjid dan Jumat karena itu “panggung” paling efektif di era tanpa media massa. Tujuannya bukan hanya menghilangkan tokoh, tetapi membunuh harapan . Namun sejarah mengajarkan: harapan yang ditanam dalam iman dan kerja sistematis tidak mudah dipadamkan. 2) Imad ad-Din Zengi: Dua Kunci—Persatuan dan Keadilan Ketika Zengi naik, ia membawa dua misi utama: Persatuan : musuh yang solid tidak bisa dilawan oleh umat yang tercerai-berai. Keadi...

Stasiun Pengisian Listrik Umum di Kuala Kapuas

Pada hari Jum'at, 5 Desember 2017, saat meliput tes kebugaran calon petugas kesehatan haji 2018 di seberang kantor PWI, Jalan Maluku, Kuala Kapuas, admin melihat ada sebuah Stasiun Pengisian Listrik Umum. Para peserta tes kebugaran bertanya-tanya apa yang dapat dilakukan dengan stasiun ini. Ada yang bilang bahwa ini bisa digunakan untuk pengisian ulang aki mobil listrik, ada yang bilang bahwa ini dapat digunakan untuk mengisi ulang baterai HP.

Ketika admin mencari jawabannya di Google, ternyata stasiun ini utamanya digunakan sebagai legalisasi penggunaan listrik oleh pedagang kaki lima yang sering berjualan di dekat stasiun tersebut. Jadi mereka tidak lagi menggunakan listrik yang dicantolkan dari tempat lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas