The Salahuddin Generation (Ep. 11): Salahuddin’s Legacy — Warisan Terbesar Bukan Tahta, Bukan Kota, Bahkan Bukan Yerusalem

Gambar
Ia mengalahkan para raja. Ia membebaskan Yerusalem. Ia mematahkan Perang Salib Ketiga. Tetapi pada akhirnya—apa yang paling ia takutkan? Apa yang paling ia rindukan? Dan apa yang paling ia titipkan? Episode penutup ini menjawab dengan kalimat yang menohok: yang paling besar dalam pandangan Salahuddin bukanlah kota, bukan kejayaan, bahkan bukan Yerusalem sebagai “trofi” sejarah. Yang paling besar adalah Allah , dan segala yang selain-Nya hanyalah jalan. 1) Mars Terakhir Menuju Yerusalem: “Tidak Ada Lagi yang Datang Menolong” Setelah bertahun-tahun perang, pasukan Frank akhirnya mencoba mengambil “hadiah utama”: Yerusalem . Salahuddin tahu, ini bukan sekadar pertempuran biasa. Maka ia mengumpulkan tentara dan berkata tegas: kalian adalah tentara Islam hari ini, darah, harta, dan keluarga kaum Muslim bergantung pada kalian, tidak ada Muslim lain yang akan datang menolong, ini amanah yang Allah letakkan di pundak kalian. Pidato ini bukan untuk membakar emosi semata, t...

Stasiun Pengisian Listrik Umum di Kuala Kapuas

Pada hari Jum'at, 5 Desember 2017, saat meliput tes kebugaran calon petugas kesehatan haji 2018 di seberang kantor PWI, Jalan Maluku, Kuala Kapuas, admin melihat ada sebuah Stasiun Pengisian Listrik Umum. Para peserta tes kebugaran bertanya-tanya apa yang dapat dilakukan dengan stasiun ini. Ada yang bilang bahwa ini bisa digunakan untuk pengisian ulang aki mobil listrik, ada yang bilang bahwa ini dapat digunakan untuk mengisi ulang baterai HP.

Ketika admin mencari jawabannya di Google, ternyata stasiun ini utamanya digunakan sebagai legalisasi penggunaan listrik oleh pedagang kaki lima yang sering berjualan di dekat stasiun tersebut. Jadi mereka tidak lagi menggunakan listrik yang dicantolkan dari tempat lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas