Keamanan Pangan: Dimulai dari Dapur, Dijaga oleh Kita Semua

Gambar
  Makanan adalah kebutuhan paling dasar manusia. Setiap hari kita makan untuk mendapatkan energi, tumbuh, bekerja, belajar, dan menjaga kesehatan. Namun, makanan yang tampak enak dan mengenyangkan belum tentu aman. Bila makanan tercemar bakteri, virus, parasit, atau bahan kimia berbahaya, makanan tersebut justru dapat menjadi sumber penyakit. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengingatkan bahwa keamanan pangan, gizi, dan ketahanan pangan saling berkaitan erat. Artinya, makanan yang cukup saja belum cukup. Makanan juga harus bergizi dan aman dikonsumsi. Tanpa keamanan pangan, makanan dapat menyebabkan diare, keracunan, gangguan kesehatan jangka panjang, bahkan kematian. WHO memperkirakan sekitar 866 juta orang di dunia jatuh sakit setiap tahun setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi, dan 1,52 juta orang meninggal dunia akibat masalah tersebut. Anak-anak di bawah usia lima tahun termasuk kelompok yang paling rentan. Mengapa Keamanan Pangan Penting? Keamanan pangan berar...

7 tips mengejutkan tentang kepemimpinan dari turunnya wahyu pertama

  1. Tidak apa-apa untuk takut. Saat Nabi Muhammam SAW menerima wahyu pertama dan disampaikan bahwa dia adalah Rasulullah, dia merasa takut.
  2. Anda perlu dukungan keluarga. Orang pertama yang Nabi temui adalah istri tercintanya, Khadijah (RA). Bicara pada keluarga anda tentang peran baru anda, apa artinya bagi anda dan mereka.
  3. Ingat berbagai kekuatan yang engkau miliki. Khadijah mengingatkan Rasulullah tentang kekuatan karakternya. Anda dipilih untuk posisi kepemimpinan karena seseorang melihat pada diri anda bahwa anda tepat untuk itu.
  4. Mintalah nasehat dari ahlinya. Temui orang-orang yang mengerti apa arti dari peran ini dan mintalah nasehat mereka, seperti Nabi dan Khadijah meminta nasehat dari Waraqah bin Nawfal.
  5. Dapatkan seorang mentor. Nabi diberkahi dengan malaikat Jibril sebagai seorang mentor dan mengajarkannya Qur'an dan bagaimana shalat
  6. Bangun dan shalat. Wahai orang yang berselimut, bangunlah (untuk shalat) (Q.S. Al Muzammil, 73: 1-2). Carilah bantuan dari Allah, terutama bila engkau dilimpahi tanggung jawab.
  7. Beri waktu untuk dirimu. Rasulullah memerlukan waktu tiga tahun sebelum mengumumkan misinya secara publik; jangan harap bisa menjadi pemimpin yang sempurna sejak awal. Anda perlu waktu untuk tumbuh dalam peran anda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas