Menyusuri Kubah Guru Hamdi di Handel II Pangkalan Sari: Jejak Seorang Qori dan Pendiri Pesantren di Basarang

Gambar
  Musholla Miftahussalam Oleh: Jum'atil Fajar | Informasi Kapuas Di berbagai pelosok Kabupaten Kapuas masih tersimpan jejak para tokoh agama yang telah berkontribusi dalam penyebaran Islam dan pendidikan keagamaan. Sayangnya, tidak semua kisah mereka terdokumentasikan dengan baik. Salah satu jejak tersebut adalah Kubah Guru Hamdi yang berada di Handel II, Desa Pangkalan Sari, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah . Rasa penasaran terhadap tempat ini membawa saya melakukan perjalanan singkat pada Minggu, 14 Juni 2026, saat dalam perjalanan dari Pulang Pisau menuju Kuala Kapuas. Berawal dari Sebuah Papan Petunjuk Ketika melintas di Jalan Trans Kalimantan, saya berbelok ke kiri menuju kawasan Desa Bungai Jaya. Dari sana perjalanan dilanjutkan dengan berbelok ke kanan melewati Poskesdes Bungai Jaya. Tidak lama kemudian saya tiba di sebuah perempatan jalan. Di sana terdapat sebuah papan petunjuk bertuliskan "Kubah Guru Hamdi" lengkap dengan tanda pana...

Berkunjung ke Majelis Sinode Gereja Kalimantan Evangelis Banjarmasin

Pada hari Selasa, 6 Februari 2018, admin berkunjung ke Majelis Sinode Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Banjarmasin yang terletak di Jalan Sudirman No. 4, Banjarmasin. Admin disambut oleh Bapak Pdt. John Asihua, M.Th, wakil sekretaris umum majelis sinode. Admin menyampaikan maksud admin untuk minta izin menerjemahkan buku Kurze Einfuhrung in die Ngadjoe-Dajaksprache (Pengantar Singkat Bahasa Dayak Ngaju). Beliau menyambut baik permohonan ini dan akan melanjutkan permohonan ini ke Basel Mission yang ada di Swiss.

Dalam perbincangan kami, Pdt. John Asihua menyampaikan bahwa beliau bertemu langsung dengan Ibu Marianne Dubach-Vischer yang mengarang buku Mit Boot und Stethoskop (Dengan klotok dan stetoskop) yang menceritakan pengalaman dokter pertama di Kuala Kapuas yaitu dr. Carl Mattheus Vischer dari tahun 1928-1943.

Sebagai kenang-kenangan dalam kunjungan ke majelis sinode ini, Pdt. John Asihua memberi admin hadiah berupa buku Zwischen Basel und Borneo (Antara Basel dan Borneo) yang ditulis oleh Marianne Dubach-Vischer yang berisi tentang pengalaman Ibu Marianne di Basel dan di Kalimantan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas