Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

Berkunjung ke Majelis Sinode Gereja Kalimantan Evangelis Banjarmasin

Pada hari Selasa, 6 Februari 2018, admin berkunjung ke Majelis Sinode Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Banjarmasin yang terletak di Jalan Sudirman No. 4, Banjarmasin. Admin disambut oleh Bapak Pdt. John Asihua, M.Th, wakil sekretaris umum majelis sinode. Admin menyampaikan maksud admin untuk minta izin menerjemahkan buku Kurze Einfuhrung in die Ngadjoe-Dajaksprache (Pengantar Singkat Bahasa Dayak Ngaju). Beliau menyambut baik permohonan ini dan akan melanjutkan permohonan ini ke Basel Mission yang ada di Swiss.

Dalam perbincangan kami, Pdt. John Asihua menyampaikan bahwa beliau bertemu langsung dengan Ibu Marianne Dubach-Vischer yang mengarang buku Mit Boot und Stethoskop (Dengan klotok dan stetoskop) yang menceritakan pengalaman dokter pertama di Kuala Kapuas yaitu dr. Carl Mattheus Vischer dari tahun 1928-1943.

Sebagai kenang-kenangan dalam kunjungan ke majelis sinode ini, Pdt. John Asihua memberi admin hadiah berupa buku Zwischen Basel und Borneo (Antara Basel dan Borneo) yang ditulis oleh Marianne Dubach-Vischer yang berisi tentang pengalaman Ibu Marianne di Basel dan di Kalimantan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)