Sabtu, 10 Maret 2018

Konsep SARA dalam perspektif Islam – Suriani Jiddy, Lc

SARA singkatan dari Suku, Agama, Ras dan Antar golongan. Kita tidak boleh sentimen (diskriminasi) kepada seseorang karena suku, agama, ras dan golongan (sosial).

Primordial dimana kita tidak punya pilihan, maka kita tidak boleh membeda-bedakan (suku, ras, golongan).
Ada perlakuan yang khas masalah agama. Ada diskriminasi dalam agama Islam, misalnya dalam masalah pernikahan, perwalian, kesaksian, kewarisan, sembelihan, jabatan tertentu berdimensi agama.

Wanita Muslim dilarang menikahi laki-laki non Muslim. Non-Muslim tidak bisa menjadi wali nikah. Saksi dalam pernikahan harus Muslim.

“Tidak ada nikah tanpa wali dan saksi yang adil.” Ketentuan adil adalah Muslim dan tidak fasik.
Kalau orang tuanya kafir atau sebaliknya, tidak ada hak waris.

Sembelihan orang yang tidak seagama dengan kita tidak boleh.

Jabatan tertentu berdimensi agamis, misalnya Al-Imaamah (Khalifah). Fungsi imaamah adalah menjaga agama dan mengatur urusan dunia. Pemimpin dalam Islam tidak hanya mengurus masalah dunia. Jadi jelas, tidak perlu pakai dalil. Sesuatu yang tidak dijaga pasti hilang. Sesuatu yang tidak ada pondasi akan runtuh.
Hakim harus Muslim. Dalam Fikih, yang tidak Muslim tidak boleh jadi hakim. Hakim memutuskan perkara dengan hukum Allah.

Kalau kamu mau memutuskan perkara diantara manusia maka putuskanlah dengan adil. Adil itu dengan hukum Islam.

Panglima perang harus Muslim. Mau jihad panglimanya kafir, tidak mungkin.

Agama adalah pilihan.

 Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Al Baqarah, 2: 256)

Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir". Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek. (Q.S. Al Kahfi, 18: 29)

Agama adalah standar kemuliaan.

Tidak ada perbedaan antara orang Arab dengan orang non-Arab.

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Q.S. An-Nisaa, 49: 13)

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (Q.S. Ali Imran, 3: 139)

Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. (Q.S. Al Bayyinah, 98: 6-7)

Agama landasan Al Wala wal Bara (Cinta dan Benci)

Kedudukan penting dari Al Wal awal Bara
·         Bagian penting dari makna syahadat
·         Bagian dari ikatan iman yang terkuat
·         Sebab utama hati bisa merasakan manisnya iman
·         Tali penghubung diantara manusia hingga hari kiamat
·         Syarat sahnya ucapan syahadat
·         Penyempurna keimanan

Konsep SARA meruntuhkan amar ma’ruf nahi mungkar

Ketika mengatakan orang kafir adalah zalim, dianggap SARA padahal sedang melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar.

Setiap yang mengatakan la ilaha illallah adalah saudara kita.

Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi:

Ketahuilah bahwa amar ma’ruf nahi munkar adalah poros yang paling agung dalam agama. Ia merupakan tugas penting.

 Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (Q.S. Ali Imran, 3: 104)

 Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (Q.S. Ali Imran, 3: 110)

Hadits keutamaan amar ma’ruf nahi mungkar:

Kalian melakukan amar ma’ruf nahi munkar atau kalian tinggalkan amar ma’ruf nahi munkar maka Allah akan azab kalian kemudian kalian berdo’a kepada Allah dan Allah tidak mengabulkan do’a kalian.

Bisa jadi banyak musibah yang kita alami karena orang yang melakukan amar ma’ruf nahi mungkar ditangkap.

SARA berasal dari demokrasi yang menganut paham kesetaraan.

Dalam pemilu, hak suara sama. Ada orang Islam ‘alim, ada orang Islam copet. Suaranya sama. Yang dipilih juga sama. Orang kafir dan orang Islam sama. Sama-sama punya hak untuk dipilih. Dalam Islam, memilih pemimpin tidak diserahkan pada semua orang. Yang memilih pemimpin adalah ulama.

Dalam Islam, orang Islam yang dipilih harus dilihat dulu: Islam, berilmu dan saleh. Orang Islam yang bodoh tidak boleh dipilih. Bagaimana menjaga agama bila dia bodoh.

Orang-orang pendusta akan dibenarkan. Orang-orang yang benar didustakan. Orang khianat dianggap amanah. Orang amanah dianggap dusta. Orang bodoh, bicara tentang perkara orang banyak.

Yang membuat aturan adalah orang yang berilmu.

Konsep SARA menganut paham Sepilis (sekularisme, pluralisme, liberalisme).

Sekularisme – jangan bawa agama dalam urusan publik. Agama Cuma di kementerian agama, KUA, pondok pesantren.

Pluralisme – konsep SARA menyamakan semua agama. 2005 MUI mengeluarkan fatwa haramnya paham Sepilis. Barang siapa yang mencari agama selain Islam maka tidak akan diterima. Ini membahayakan akidah, bisa kafir.

Liberalisme – Tuhan tidak boleh mengatur. Manusia berhak mengatur dirinya sendiri. Umat Islam punya aturan. Dari hal yang paling kecil sampai besar.