Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Menonton Videotron Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas

Pada hari Jum'at, 2 Maret 2018, admin mampir di bundaran kecil Kuala Kapuas (Monumen Patung Raja Bunu) untuk menonton Videotron Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas. Tampak dari videotron tersebut bahwa isinya banyak berasal dari Kementerian Kesehatan yang berupa video.

Secara konten, memang cukup banyak yang ditampilkan oleh videotron ini. Namun sayangnya apa yang ditampilkan tersebut kurang cocok untuk para pengendara kendaraan bermotor yang melewati videotron tersebut. Akan lebih efisien bila pesan yang disampaikan dibuat dalam huruf yang lebih besar dan lebih sedikit pesan yang disampaikan, sehingga lebih mengena.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"