DPD PPNI Kabupaten Kapuas Go LMS Plataran Sehat

Gambar
  Sejak diberlakukannya UU Kesehatan No 17 Tahun 2023, Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kabupaten Kapuas, tidak dapat melaksanakan Seminar Keperawatan ber SKP, dikarenakan semua kewenangan organisasi diambil alih Kementerian Kesehatan. Tapi DPD PPNI Kabupaten Kapuas tidak patah semangat mengingat anggota PPNI Kabupaten Kapuas berjumlah 1035 yang tersebar di 17 Kecamatan,  Pada hari ini, Sabtu, 20 Juli 2024, DPD PPNI Kabupaten Kapuas bisa kembali melaksanakan Seminar Keperawatan ke 7 ber SKP Kementerian Kesehatan. Hal ini merupakan komitmen DPD PPNI Kabupaten Kapuas dalam memberikan pelayanan kepada anggota PPNI. Adapun seminar hari ini diikuti peserta 200 sesuai kuota yang diberikan LMS Plataran Sehat Kementerian Kesehatan. Adapun materi seminar diantaranya : 1. Tips dan Trik  Mencapai SPM TB Dengan Mudah  di Puskesmas oleh Afriani Sintha, S.Kep,. Ners 2. Tatalaksana Pasien Hipertensi di Puskesmas oleh Muhammad Hipni, S.Kep., Ners 3. Peran Serta Per

Pembahasan Hadits ke-8 Arba’in Nawawi - Ustadz Suriani Jiddy, Lc

Dari Ibnu Umar r.a dari Rasulullah SAW berkata: Aku diperintahkan untuk memerintahkan untuk memerangi manusia sehingga mereka bersaksi bahwa Tidak Ada Tuhan Selain Allah dan Muhammad Rasulullah, menegakkan shalat dan menunaikan zakat. Jika mereka melakukan hal itu maka darah dan harta mereka akan dilindungi kecuali dengan hak Islam dan perlindungan mereka ada pada Allah ta’ala. . (H.R. Bukhari dan Muslim)

Para ulama mengatakan bahwa hadits ini paling tidak ada dua kandungan:

  1. Bagaimana kita berinteraksi dengan orang-orang kafir
  2. Allah SWT mengharamkan harta dan darah
Berinterkasi dengan orang-orang kafir

Rasulullah diperintahkan untuk memerangi orang-orang kafir. Hadits ini secara zahirnya / lahiriahnya memerintahkan kita untuk memerangi orang-orang kafir. Hadits ini perlu dipelajari dengan baik. Ada dua prinsip pokok dalam memahami hadits menurut Muhammad Ghazali dalam pengantar fiqhus shirah:
Tidak semua yang disebut hadits adalah hadits. Banyak hadits-hadits palsu yang tersebar di masyarakat kita. Kita harus memastikan terlebih dahulu apakah ini hadits Nabi atau bukan. Hadits palsu bukan perkataan Rasulullah.

Bila hadits itu sahih, tidak semua orang memahaminya dengan baik.

Islamofobia suka dengan hadits-hadits seperti ini. Ini menjadi pembenaran terhadap tuduhan mereka bahwa Islam disebarkan melalui pedang atau Islam disebarluaskan dengan kekerasan.

Ada beberapa ayat yang semakna dengan hadits ini:

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. (Q.S. At-Taubah, 9: 29)

Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir. (Q.S. Al-Baqarah, 2: 191)

Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertakwa. (Q.S. At-Taubah, 9: 123)

Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim. (Q.S. Al-Baqarah, 2: 193)

Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan (Q.S. Al-Anfal, 8: 39)

... Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup.... (Q.S. Al-Baqarah, 2: 217)

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, ... (Q.S. Al-Fath, 48: 29)

Untuk memahami ayat atau hadits tidak cukup hanya dengan membaca terjemahnya, kita perlu merujuk pada penjelasan pada para ulama.

Prinsip dasar berinteraksi dengan orang kafir

Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (Q.S. Al-Mumtahanah, 60: 8-9)

Kita diwajibkan untuk berbuat baik dan berlaku adil kepada orang kafir yang baik. Orang kafir itu ada 2:

  1. Orang kafir yang memerangi kita
  2. Orang kafir yang tidak memerangi kita (baik)
Jihad itu ada 2 macam:

  1. Jihad defensif mempertahankan teritorial dari serangan musuh
  2. Jihad ofensif – kita menyerang (ada aturannya).
Perang Badr dan Perang Uhud adalah perang defensif. Perang Fathu Mekkah adalah ofensif. Perang ofensi ada 3 tahap:

  1. Mendakwahi dulu supaya mereka mau masuk Islam. Kita tidak boleh memaksa. Orang boleh tidak memilih. Setiap pilihan ada konsekuensinya.
  2. Mau kafir silahkan. Syaratnya harus mau tunduk pada aturan Islam berupa membayar jizyah.
  3. Diperangi
Segala puji bagi Allah rabb bagi sekalian alam (Q.S. Al-Fatihah, 1: 2)

Tidaklah Kami utus engkau melainkan menjadi rahmat bagi sekalian alam.

Video perkembangan Islam di Eropa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan