The Salahuddin Generation (Ep. 4): Nur ad-Din Menyatukan Syam—Dari “Dawla” ke “Din”

Gambar
  Setiap kali ada sosok baik yang mulai mengangkat panji perbaikan, ia dibunuh—sering di hari Jumat, di ruang publik, agar ketakutan menyebar cepat. Umat pun seperti kembali ke “titik nol”. Episode 4 ini menunjukkan titik balik: harapan yang sempat runtuh, lalu bangkit lagi —melalui Imad ad-Din Zengi, dan lebih besar lagi melalui putranya: Nur ad-Din Mahmud Zengi , penguasa yang dibesarkan oleh ulama. 1) Pola Teror: Pembunuhan Jumat untuk Menguasai Psikologi Umat Episode dibuka dengan pengingat pola para pembunuh (assassins): mereka memilih masjid dan Jumat karena itu “panggung” paling efektif di era tanpa media massa. Tujuannya bukan hanya menghilangkan tokoh, tetapi membunuh harapan . Namun sejarah mengajarkan: harapan yang ditanam dalam iman dan kerja sistematis tidak mudah dipadamkan. 2) Imad ad-Din Zengi: Dua Kunci—Persatuan dan Keadilan Ketika Zengi naik, ia membawa dua misi utama: Persatuan : musuh yang solid tidak bisa dilawan oleh umat yang tercerai-berai. Keadi...

Webinar Perlindungan Hukum Untuk Dokter Internsip

Pada hari Senin, 2 April 2018 bertempat di aula RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dilaksanakan kegiatan menonton webinar Perlindungan Hukum Untuk Dokter Internsip yang dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Para dokter internsip, dokter pendamping, pihak manajemen dan direktur rumah sakit mengikuti kegiatan tersebut. Namun sayangnya ketika webinar berlangsung, masalah suara dari pembicara terkadang sulit untuk didengar. Hal ini diakibatkan karena banyaknya peserta yang dapat menggunakan mikrofon di Webex. Admin di kementerian pun kesulitan untuk mengendalikan jalannya webinar tersebut melalui Webex. Semoga kedepan pelaksanaan webinar ini dapat lebih baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas