Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Workshop Pengendalian dan Pencegahan Infeksi dalam rangka HUT PPNI ke-44

Nurdiana menyampaikan materi PPI (Courtesy of PPNI)
Pada hari Kamis, 29 Maret 2018, bertempat di gazebo rumah sakit, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Unit RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas menyelenggarakan workshop keperawatan dengan topik Pengendalian dan Pencegahan Infeksi (PPI). Materi ini disampaikan oleh Infection Prevention Control Nurse (IPCN) rumah sakit yaitu Mariasi dan Nurdiana. Kegiatan ini diikuti oleh para perawat yang bekerja di rumah sakit dan puskesmas. Dalam kegiatan ini juga dilakukan pemotongan kue ulang tahun oleh pengurus PPNI Kabupaten Kapuas. Hadir juga dalam kegiatan ini Bapak Dusi, SKM, MM, Camat Tamban Catur.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)