Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Buka puasa bersama di Masjid Jami' Mambulau

Pada hari Jum'at, 1 Juni 2018 admin dan istri diundang oleh Ibu Niah untuk mengikuti buka puasa di Masjid Jami' Mambulau. Ketika kami sampai di masjid tersebut sekitar pukul 17.10 WIB, rupanya sebelumnya ada ceramah dari Ustadz Abrar, beliau membahas masalah ayat-ayat Qur'an yang terjemahannya kurang pas, sehingga hal ini membuat Qur'an dijadikan sebagai barang bukti oleh polisi.

Buka puasa kali ini pesertanya lebih banyak dari biasanya karena digabung dengan pengajian bersama Ustadz Abrar Harun. Setelah shalat tarawih dan sebelum shalat witir, Ustadz Abrar Harun menyampaikan materi takwa yang videonya ada diatas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"