Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

Kenangan bersama "Monggo Chocolate"

Saat menunggu pesawat ke Banjarmasin di Bandara Adi Sucipto, Rabu, 20 Juni 2018, admin melihat toko yang menjual "Monggo Chocolate".
Beberapa tahun yang lalu, PMI Kabupaten Kapuas pernah bekerjasama dengan "Monggo Chocolate" dalam upaya penggalangan dana kemanusiaan melalui penjualan coklat.
Jadi pihak PMI mengirimkan logo untuk ditempatkan di bungkus coklat. Pihak 'Monggo Chocolate' merancang desainnya. Setelah menyepakati desain dan harganya, akhirnya diproduksilah coklat dengan bungkus logo PMI.
Namun strategi pemasaran coklat ini tidak berjalan dengan baik karena dalam pemasarannya kurang bisa memunculkan unsur donasinya sehingga yang muncul kesannya adalah: "coklatnya kecil, harganya mahal".
Sebenarnya pihak "Monggo Chocolate" bisa memberi harga yang lebih murah asal pihak PMI bisa memesan dalam jumlah yang lebih besar. Namun karena keterbatasan dana maka pemesanan dilakukan dalam hitungan harga yang masih mahal.
Karena menjelang kadaluarsa coklat tersebut masih banyak yang belum terjual, akhirnya banyak digunakan untuk kegiatan internal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)