Memahami Hadis tentang Perempuan Penghuni Neraka: Pentingnya Membaca Konteks

Gambar
Hadis yang menyebut perempuan sebagai mayoritas penghuni neraka sering menimbulkan pertanyaan. Apalagi, dalam riwayat yang sama, terdapat ungkapan yang lazim diterjemahkan sebagai “kurang akal dan agama”. Jika dibaca sepintas, ungkapan tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Bagaimana memahami hadis ini secara lebih utuh? Dalam program Real Talk dari Yaqeen Institute, Dr. Tesneem Alkiek bersama pembawa acara Cadar Mohamud membahas pertanyaan tersebut. Alkiek menekankan pentingnya memperhatikan konteks hadis, penjelasan yang menyertainya, serta kedudukan perempuan dalam tradisi keilmuan Islam. Pembahasan itu mengajak kita untuk memahami pesan hadis dengan cermat, sekaligus menghindari penggunaannya untuk merendahkan orang lain. Nasihat yang Disertai Jalan Perbaikan Hadis yang dibahas menceritakan Nabi Muhammad saw. mendatangi kelompok perempuan pada hari raya. Beliau mengajak mereka bersedekah dan menyampaikan peringatan tentang neraka. Ketika ...

Kenangan bersama "Monggo Chocolate"

Saat menunggu pesawat ke Banjarmasin di Bandara Adi Sucipto, Rabu, 20 Juni 2018, admin melihat toko yang menjual "Monggo Chocolate".
Beberapa tahun yang lalu, PMI Kabupaten Kapuas pernah bekerjasama dengan "Monggo Chocolate" dalam upaya penggalangan dana kemanusiaan melalui penjualan coklat.
Jadi pihak PMI mengirimkan logo untuk ditempatkan di bungkus coklat. Pihak 'Monggo Chocolate' merancang desainnya. Setelah menyepakati desain dan harganya, akhirnya diproduksilah coklat dengan bungkus logo PMI.
Namun strategi pemasaran coklat ini tidak berjalan dengan baik karena dalam pemasarannya kurang bisa memunculkan unsur donasinya sehingga yang muncul kesannya adalah: "coklatnya kecil, harganya mahal".
Sebenarnya pihak "Monggo Chocolate" bisa memberi harga yang lebih murah asal pihak PMI bisa memesan dalam jumlah yang lebih besar. Namun karena keterbatasan dana maka pemesanan dilakukan dalam hitungan harga yang masih mahal.
Karena menjelang kadaluarsa coklat tersebut masih banyak yang belum terjual, akhirnya banyak digunakan untuk kegiatan internal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"