DPD PPNI Kabupaten Kapuas Go LMS Plataran Sehat

Gambar
  Sejak diberlakukannya UU Kesehatan No 17 Tahun 2023, Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kabupaten Kapuas, tidak dapat melaksanakan Seminar Keperawatan ber SKP, dikarenakan semua kewenangan organisasi diambil alih Kementerian Kesehatan. Tapi DPD PPNI Kabupaten Kapuas tidak patah semangat mengingat anggota PPNI Kabupaten Kapuas berjumlah 1035 yang tersebar di 17 Kecamatan,  Pada hari ini, Sabtu, 20 Juli 2024, DPD PPNI Kabupaten Kapuas bisa kembali melaksanakan Seminar Keperawatan ke 7 ber SKP Kementerian Kesehatan. Hal ini merupakan komitmen DPD PPNI Kabupaten Kapuas dalam memberikan pelayanan kepada anggota PPNI. Adapun seminar hari ini diikuti peserta 200 sesuai kuota yang diberikan LMS Plataran Sehat Kementerian Kesehatan. Adapun materi seminar diantaranya : 1. Tips dan Trik  Mencapai SPM TB Dengan Mudah  di Puskesmas oleh Afriani Sintha, S.Kep,. Ners 2. Tatalaksana Pasien Hipertensi di Puskesmas oleh Muhammad Hipni, S.Kep., Ners 3. Peran Serta Per

Ramadhan bulan pahlawan dan kemenangan

Berikut ini adalah perang-perang yang terjadi pada bulan Ramadhan:

Perang Badr
Dalam peperangan ini kaum Muslimin yang berjumlah 313 orang, 2 kuda dan 70 unta mengalahkan tentara Quraisy yang berjumlah 1000 orang, 100 kuda dan 700 unta. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 17 Ramadhan. Sehubungan dengan perang ini Allah berfirman dalam Surat Ali Imran:

( 123 )  Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya.

( 124 )   (Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang mukmin: "Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?"

Fathu Mekah
Pada tanggal 20 Ramadhan tahun 8 Hijriah, Rasulullah menaklukkan Mekkah tanpa peperangan. Beliau memasuki Mekkah dan memperlakukan warganya dengan adil. Ketika berada di dekat Ka'bah, beliau menunjuk berhala-berhala dengan tongkatnya dan membacakan Surat Al-Isra ayat 81:

"Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap". Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.

Perang Al-Qadisiyyah
Pada tahun 15 H (636 M) di bulan Ramadhan, pasukan Muslimin dipimpin oleh Sa'ad bin Abi Waqqas r.a. berjumlah 30.000 orang yang terdiri dari 700 sahabat dan lebih dari 70 veteran Perang Badr berperang melawan tentara Persia di Qadisiyyah. Mereka melawan tentara Persia yang berjumlah sekitar 100.000 orang beserta dengan gajah-gajah yang berukuran besar. Qa'qa' berhasil menaklukkan gajah-gajah tersebut. Panglima Persia yang perkasa, Rustum, dihapus dari halaman sejarah.

Perang Yunani
Pada bulan Ramadhan 31 H, pasukan Muslimin dibawah kepemimpinan Mu'awiyah r.a. menaklukkan Kepulauan Rhodes, menghancurkan berhala terbesar di dunia pada saat itu, the Colossus of Rhodes (dinamai dengan nama dewa Yunani, Helios). Tinggi berhala itu 110 kaki, terletak di gerbang pelabuhan kota tersebut.

Perang Spanyol
Pada bulan Ramadhan 92 H, Gubernur Kekhalifahan Umayyah di Afrika Utara, Musa bin Nusair, mengirim 12.000 tentara ke Spanyol dibawah kepemimpinan Tariq bin Ziyad. Ketika mereka sudah mendarat di pantai, dia memerintahkan untuk membakar seluruh kapal mereka dan mengatakan:

"Saudaraku dalam Islam! Kita menghadapi musuh di depan kita dan laut yang dalam di belakang kita. Kita tidak dapat pulang ke rumah, karena kita sudah membakar kapal-kapal kita. Kita sekarang harus mengalahkan musuh dan meraih kemenangan atau mati secara pengecut karena tenggelam di laut. Siapa yang akan mengikuti aku?"

Setelah itu mereka berhasil mengalahkan Raja Roderic dari Visigoths yang kejam. Tempat mereka mendarat dinamakan Jabal al-Tariq bagi Muslim dan diplesetkan menjadi Gibraltar.

Perang Salib
Perang Hattin dimulai pada bulan Ramadhan 582 H. Pasukan Muslimin dipimpin oleh Salahuddin. Peperangan ini terjadi karena raja tentara Perang Salib, Renaud melanggar perjanjian dalam. Pada akhirnya pasukan Muslimin berhasil membebaskan al-Quds pada bulan Rajab tahun berikutnya.

Perang Ain Jalut
Para hari Jum'at, 25 Ramadhan 658 H, Saifuddin Qutuz dibantu dengan panglimanya yang terkenal Beybars mengalahkan pasukan Mongol. Ini adalah kekalahan Mongol pertama sejak mereka melancarkan invasinya ke arah barat dari Mongolia 43 tahun sebelumnya. Sejak saat itu mereka tidak pernah lagi menang. Keturunan mereka masuk Islam.

Sumber: Islam21c

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan