Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Satu tahun 119 Public Safety Center - Kapuas Emergency Service dan PMI Berbagi

 Pada hari Kamis, 31 Mei 2018 bertempat di Taman Kesenian dilaksanakan kegiatan Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama dalam rangka 1 tahun 119 Public Safety Center (PSC) Kapuas Emergency Service (KES) dan PMI Berbagi. Dalam kesempatan tersebut Bupati Kapuas menyerahkan tiga buah Ambulance KES kepada Puskesmas Tamban Baru, Puskesmas Anjir Serapat dan Puskesmas Sei Tatas. Kemudian beliau secara simbolis juga menyerahkan bingkisan lebaran kepada 10 orang tukang becak.

Setelah kegiatan buka puasa dan dilanjutkan dengan shalat Maghrib berjama'ah yang dipimpin oleh Ustadz Muchtar Ruslan. Setelah itu para tukang becak antri di depan kantor Dinas Kesehatan untuk menerima bingkisan dari Palang Merah Indonesia Kabupaten Kapuas. Panitia menyiapkan lebih dari 400 bungkusan untuk mereka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)