Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Jangan sampai uang anda diinvestasikan pada perusahaan rokok





Bronwyn King menyampaikan bahwa secara tidak sengaja dia ikut berkontribusi dalam membiayai perusahaan rokok. Dia akhirnya meminta kepada perusahaan dimana dia menanam saham untuk memastikan bahwa dana yang dia investasikan tidak digunakan untuk perusahaan rokok.

Beliau menyampaikan bahwa pada tahun 2017 ada sekitar 7 juta orang yang meninggal karena penyakit yang terkait rokok. Beliau mengatakan bahwa perusahaan rokok berusaha untuk menarik para remaja untuk mulai merokok. Beliau menghimbau kepada kita semua untuk memastikan bahwa dana-dana yang disimpan di bank, di deposito dan lain-lain tidak digunakan untuk membiayai perusahaan rokok.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"