Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Perselisihan Hasil Pemilihan Bupati Kapuas Tahun 2018 sampai ke MK

Saat membaca-baca WA dari salah satu grup, admin melihat ada yang "posting" foto Pak Ben dan Pak Mawardi sedang berdampingan, kemudian ada komentar bahwa masalah pilkada sudah selesai. Tapi dibawahnya ada yang posting surat dibawah ini:



Admin lalu mencari tahu ke situs Mahkamah Konstitusi, ternyata benar bahwa kasus Perselisihan Hasil Pemilihan Bupati Kapuas Tahun 2018 sudah didaftarkan ke mahkamah konstitusi dan pada tanggal 27 Juli 2018 akan diselenggarakan pemeriksaan pendahuluan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"