Minggu, 08 Juli 2018

Tangga-tangga takwa - Ustadz Abrar Harun


Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan ampunan dari Allah maka Allah akan mengampuni dosanya. (Hadits)

Mau dimaafkan atau tidak, itu adalah hak prerogatif Allah. Kita hanya memprediksi saja. Para imam sepakat bahwa bagi siapa yang mendapat ampunan dari dosa karena ibadah Ramadhannya maka akan ada empat perubahan:

·         Tauhid lebih baik
·         Ibadah lebih baik
·         Hubungan dengan Allah lebih baik
·         Hubungan dengan manusia lebih baik

Bisa dilihat dari bagaimana perkembangan shaf shalat Subuh saat Ramadhan dan sesudah Ramadhan.
Mendapatkan ampunan bagaikan anak baru lahir:
·         Selesai Ramadhan
·         Haji yang mabrur

·         Semua bentuk kemanusiaannya dijadikan sebagai pahala, yaitu orang yang taubat nashuha

“kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.” (Q.S. Al-Furqan, 25: 70-71)

Dalam ayat:

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (Q.S. Al-Baqarah, 2: 187)

Puasa disebut sebagai sesuatu yang pernah dilakukan oleh orang-orang sebelum kita. Pemerintah Saudi saat bulan Ramadhan, mensubsidi masyarakatnya dalam belanja sebanyak 30%.

Hasanul Bolqiah mensubsidi harga sembako 20% saat Ramadhan.

Kalau di negara kita harga-harga serba naik. Mulai 1969, setiap Ramadhan terjadi inflasi. Padahal bulan Ramadhan itu adalah menahan makan. Kalau biasa belanja Rp 1.500.000 maka harusnya Rp 1.150.000. Tapi yang terjadi adalah peningkatan uang belanja.

Puasa itu adalah menahan lapar dan haus. Pengertian ini adalah ucapan orang miskin. Kita sama-sama lapar. Mudah-mudahan kalian yang jarang lapar ini, akan memiliki solidaritas sosial kepada yang miskin. Hal ini dibuktikan oleh Allah. 1 Syawal kepedulian sosial ditunjukkan.

Kepala dinas bayar zakat fitrah 3,5 liter. Tukang buka pintu kantor juga bayar zakat fitrah 3,5 liter. Antara pemborong dengan tukang becak sama zakat fitrahnya. Ini hanya merupakan peletakan batu pertama bahwa kita memiliki solidaritas sosial. Aku tidak ingin ada umatku ada yang kelaparan. Ini diatur pada 1 Syawal.
Bedahnya pemborong dengan pemulung adalah pemborong itu fitrahnya setiap hari, dalam bentuk memberi makan fakir miskin. Hal ini dilakukan sepanjang tahun sampai Syawal berikutnya.

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. (Q.S. Al-Ma’un, 107: 1-3)

Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.  (Q.S. Adz-dzariyat, 51: 19)

Kepedulian sosial diharapkan bisa melembutkan hati. Itulah sebabnya orang-orang Non-Muslim banyak yang melakukan hal ini untuk menarik saudara-saudara kita ke dalam agama mereka.

Puasa itu cuma satu tangga untuk mencapai takwa. Ada 42 anak tangga untuk mencapai takwa. Tangga-tangga lain misalnya: menahan marah, memaafkan kesalahan manusia.

Ada 4 golongan yang akan membatalkan takwa:

1.       Golongan yang apatis. Ketika diajak pada kebaikan, dia tidak mau.
2.       Menentang Allah. Jelas-jelas mengerti tapi menentang.
3.       Orang yang menerima informasi yang salah, kemudian dia amalkan. Mengamalkan apa yang tidak diamalkan.
4.       Menerima informasi yang salah (fatal). Seperti orang yang melihat tanda dilarang masuk, tapi dia tidak tahu, kemudian mendapat informasi bahwa dia boleh masuk. Setelah dia masuk, dia dihentikan oleh polisi lalu lintas. Qur’an pernah dijadikan sebagai barang bukti teroris.

Kesalahan penafsiran bisa dilihat dalam ayat berikut:

Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang. (Q.S. At-Taubah, 9: 5)

Bila tidak ada penjelasannya, maka ayat diatas bisa disalahgunakan. Padahal penjelasannya bisa dilihat dalam ayat berikut:

Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir. (Q.S. Al-Baqarah, 2: 191)

Ini adalah gambaran dari kesalahan menerima informasi.

Bila kepekaan sosial diterapkan, maka kita akan mendapatkan kesejahteraan. Bila dibangun persaudaraan, maka kita akan memilih saudara kita sendiri.

Permainan itu menjadi haram bila membuat kita lupa pada shalat:

Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik (Q.S. Al-Hasyr: 59: 19)

Ada 19 hadits yang menggambarkan Rasulullah tidak ingin umatnya lapar. Bebaskan orang-orang miskin dari rasa lapar.

2116 ayat perbaikan terjemahan Qur’an sudah diusulkan ke Surya Darma Ali. Jawaban beliau, silahkan diterbitkan, biar masyarakat yang menilai. MUI berterima kasih atas usul ini. Untuk mencetak itu urusan menteri agama. Terjemah perbaikan itu sudah diterbitkan.