Ketika Seorang Perempuan Yahudi Berdiri Membela Palestina

Gambar
Di tengah perdebatan yang semakin panas mengenai Palestina, ada satu kesaksian yang menarik perhatian dunia. Bukan karena disampaikan dengan suara lantang atau penuh kemarahan, melainkan karena ketenangan, kejernihan berpikir, dan keberanian moral yang ditunjukkan oleh seorang perempuan muda Yahudi bernama Yasmine Johnson . Saya menyaksikan kesaksiannya dalam sidang Royal Commission into Anti-Semitism and Social Cohesion di Australia. Selama hampir satu jam, ia menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang tajam mengenai pandangannya tentang Palestina, Zionisme, kebebasan berpendapat, hingga tuduhan antisemitisme. Namun yang membuat saya benar-benar kagum bukanlah semata-mata isi argumennya, melainkan cara ia menyampaikannya. Tidak terlihat emosi yang meledak-ledak. Tidak ada nada marah. Tidak pula usaha menyerang lawan bicara secara pribadi. Sebaliknya, ia menjawab hampir setiap pertanyaan dengan tenang, sistematis, dan konsisten. Seorang Yahudi yang Memisahkan Agama dan Negara Yasmine Johns...

dr. Sheila, Sp.A dan dr. Esti, Sp.PD pamitan

Pada hari Selasa, 21 Agustus 2018 yang lalu, dr. Sheila, Sp.A dan dr. Esti, Sp.PD sudah pamitan dengan seluruh dokter di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas. Pada hari ini, Rabu, 29 Agustus 2018, mereka kembali pamitan dengan seluruh staf rumah sakit, karena sore ini sudah menuju ke Banjarmasin, mengingat besok pagi mereka akan naik pesawat pertama dari Bandara Syamsudin Noor.

Mereka berdua adalah peserta program Wajib Kerja Dokter Spesialis yang bertugas sejak awal Agustus 2017. Setelah mengabdi selama satu tahun, mereka akan kembali ke tempat tugas awalnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)