Membayangkan Adaptasi Iklim di Kota: Dari “Bangun Infrastruktur” ke “Belajar Bersama”

Gambar
  (Pelajaran dari webinar IMAGINE Adaptation dan ide penerapannya untuk Kabupaten Kapuas) Perubahan iklim bukan lagi cerita masa depan. Kita sudah merasakannya lewat cuaca yang makin tidak menentu, banjir yang datang lebih sering, hari-hari panas yang menyengat, atau musim yang bergeser. Pertanyaannya bukan lagi “apakah perubahan iklim terjadi?”, melainkan: bagaimana kita beradaptasi, dan bagaimana kita tahu adaptasi itu berhasil? Dalam webinar publik yang menandai tahun keempat proyek riset IMAGINE Adaptation (didanai European Research Council), para peneliti dari BC3 (Basque Centre for Climate Change) memaparkan satu gagasan penting: adaptasi tidak bisa dinilai hanya dari daftar target dan angka-angka . Adaptasi harus dipahami sebagai proses sosial—bahkan politik—yang melibatkan nilai, pengalaman, dan pengetahuan lokal. Dan untuk bisa mengevaluasi adaptasi, kita harus lebih dulu membayangkan bersama : adaptasi yang “baik” itu seperti apa bagi warga? Berikut rangkuman gagasan...

Jalan menuju Desa Sumber Alaska sudah bagus

Bulan lalu (15 Juli 2018), admin berkesempatan melewati jalan menuju Desa Sumber Alaska yang dulunya sangat jelek. Sekarang admin menjadi kagum karena jalannya sudah "hot mix". Bahkan ruas jalan ini menjadi ruas jalan terbaik dari Kuala Kapuas ke Sumber Alaska.

Video diatas juga menggambarkan bagaimana suasana perjalanan melintasi Perusahaan Besar Sawit PT. Global Agro Lestari (PT. GAL). Sebagian ruas jalan masih banyak yang tidak rata. Hal ini tentu sudah cukup memadai untuk ukuran perusahaan sawit, mengingat yang mereka pentingkan adalah jalannya tidak mengakibatkan truk pengangkut sawit macet di jalan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas