The Salahuddin Generation (Ep. 6): Revolusi Salahuddin Dimulai—Reformasi yang Lebih Sulit dari Penaklukan

Gambar
  Episode 6 menandai babak baru: Salahuddin (Yusuf) akhirnya memegang kendali Mesir. Tetapi pesan utama video ini tegas: “mengambil kekuasaan itu sulit—namun membangun perubahan jauh lebih sulit.” Sebab setelah kemenangan, musuh tidak hilang; ia hanya berganti wujud: sistem lama, loyalitas lama, dan musuh tak terlihat. Di episode ini, narasi bergerak dari medan perang ke medan yang lebih rumit: reformasi hati, reformasi institusi, dan reformasi peradaban. 1) Awal yang Tidak Sempurna: “Dosa Besar” di Masa Muda, Tapi Pintu Taubat Terbuka (00:00–04:56) Di pembuka, Dr. Hassan Elwan mengingatkan satu hal yang menumbuhkan harapan: Salahuddin tidak langsung “lahir sebagai wali”. Ia pernah hidup nyaman, bahkan disebut pernah tergelincir (di antaranya kebiasaan buruk seperti minum). Namun justru ini yang ditekankan: orang besar sering punya awal yang biasa-biasa saja—atau bahkan buruk—lalu berubah total karena taubat dan lingkungan yang benar. Kuncinya ada pada kalimat yang menohok...

Safari wukuf




Waktu wukuf telah tiba. Jemaah calon haji yang sakit di safari wukuf kan. Persiapan dimulai pada pukul 24.00. Jemaah dimandikan dan dipasangkan kain ihram. Karena jemaah yang disafari wukufkan cukup banyak maka proses ini baru selesai pada jam 03.00. Pada pukul 08.00 jemaah diturunkan ke lantai dasar dan dimasukkan ke bis sesuai urutan. Ada yang berbaring dan duduk. Jemaah diberangkatkan ke Arafah pada pukul 11.00. Di Arafah, setelah khutbah Arafah dan shalat Zuhur dijamak dengan Ashar, jemaah dikembalikan ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) sekitar pukul 14.00. Bagi jemaah yang "total care" dan ketergantungan alat di badalkan.

Foto dan tulisan dikirimkan oleh Bapak M. Hipni yang sedang menjadi petugas PPIH di KKHI Mekkah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas