The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

Safari wukuf




Waktu wukuf telah tiba. Jemaah calon haji yang sakit di safari wukuf kan. Persiapan dimulai pada pukul 24.00. Jemaah dimandikan dan dipasangkan kain ihram. Karena jemaah yang disafari wukufkan cukup banyak maka proses ini baru selesai pada jam 03.00. Pada pukul 08.00 jemaah diturunkan ke lantai dasar dan dimasukkan ke bis sesuai urutan. Ada yang berbaring dan duduk. Jemaah diberangkatkan ke Arafah pada pukul 11.00. Di Arafah, setelah khutbah Arafah dan shalat Zuhur dijamak dengan Ashar, jemaah dikembalikan ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) sekitar pukul 14.00. Bagi jemaah yang "total care" dan ketergantungan alat di badalkan.

Foto dan tulisan dikirimkan oleh Bapak M. Hipni yang sedang menjadi petugas PPIH di KKHI Mekkah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas