Menghargai Kekayaan Alam yang Sering Kita Lupakan

Gambar
Semak-semak di Jalan Jendral Sudirman, Kuala Kapuas Di tengah upaya kota-kota besar di seluruh dunia untuk menghijaukan kembali ruang-ruang mereka, kita yang hidup di tempat-tempat kaya akan alam seperti Kalimantan sering kali lupa bahwa apa yang kita miliki adalah sesuatu yang begitu berharga. Ketika kita melihat vegetasi liar dan keanekaragaman tumbuhan di sekitar kita, mungkin terlintas keinginan untuk “merapikan” atau mengubahnya menjadi lebih teratur. Namun, justru di sinilah letak keistimewaan yang sering dirindukan oleh mereka yang tinggal di kota-kota besar. Di kota besar, orang-orang berjuang untuk menanam pohon dan mengembalikan sedikit nuansa hijau yang hilang. Sementara di Kalimantan, kita sudah dikelilingi oleh kekayaan alam ini setiap hari. Tantangannya adalah bagaimana kita bisa melihat ini sebagai aset yang harus dijaga, bukan dihilangkan. Dengan menyadari bahwa setiap semak dan pohon liar adalah bagian dari ekosistem yang seimbang, kita bisa belajar untuk lebih meng...

Suka Duka Kampanye Imunisasi MR di Kabupaten Kapuas

(Courtesy of Puskesmas Danau Rawah)

Suka duka pelaksanaan Kampanye Imunisasi MR di Kabupaten Kapuas. Beberapa Puskesmas mengabadikan moment tersebut. Misalnya  Puskesmas Danau Rawah di bawah komandan Pak Bahrani dan Koordinator Imunisasi pak Cakra,  yang harus menempuh perjalanan yang sangat jauh, pergi pagi dan pulang malam, menjangkau desa dan dusun sangat terpencil. Membawa petugas yang masih punya anak kecil. Berpayung kardus air mineral naik kelotok sampai ke dusun.

(Courtesy of Puskesmas Mantangai)

Demikian juga dengan tim dari Puskesmas Mantangai di bawah pimpinan Pak Serdie dan Koordinator Imunisasi bu Septy. Mendatangi anak-anak sekolah di desa-desa sepanjang sungai Kapuas. Memberikan hak-hak anak agar terlindungi dari penyakit Campak dan Rubella. Hampir setiap hari, berganti desa, berganti sekolah.

(Courtesy of Puskesmas Selat)

Ada juga yang menggelikan. Puskesmas Selat di bawah komandan dr. Tonun dan Kordinator Imunsiasi bu Sinta. Saat mendatangai sebuah sekolah SMP, si anak terlihat santai meski diolok-olok teman-temannya. Terakhir temannya komentar "Sekalinya setumat haja (ternyata sebentar saja)". Anak pemberani calon pemimpin bangsa. Aamiin...
(Courtesy of Puskesmas Danau Rawah)

Sekali lagi, Puskesmas Danau Rawah. Medan alam berpasir luas, membuat kendaraan pusling APV puskesmas sering terjebak di pasir. Perlu ekstra kekuatan dorong, balok kayu, campur semangat, dibantu masyarakat. Ini sudah perjuangan sehari-hari dalam layani kesehatan masyarakat di sana. Tidak pernah mengeluh.

(Courtesy of Puskesmas Melati)

Tim Puskesmas Melati di bawah komandan dr. Ahmad Haspiani dan Koordinator Imunsiasi ibu Wari, memberikan imunisasi MR di sekolah Muhammadiyah. Sekolah yang mendukung, orang tua pun mendukung,  siswa yang ceria serta kooperatif, petugas yang kompak dan sigap, membuat kegiatan menjadi lancar dan menyenangkan.

Semua berjalan aman, tidak ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi seperti berita-berita hoax yang mengerikan itu.

Masih banyak lagi contoh-contoh perjuangan para petugas kesehatan di ujung tombak. Demi memberikan hak anak yang dijamin dalam Undang-Undang Kesehatan maupun Undang-Undang Perlindungan Anak. Demi mencapai kekebalan masyarakat (herd immunity) agar semua terlindung dari penyakit menular yang berbahaya, yang sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi, termasuk penyakit Campak dan Rubella.

Hingga saat ini, jajaran kesehatan masih terus berjuang. Kampanye Imunisasi MR hingga 31 Oktober 2018. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas