Kamis, 04 Oktober 2018

Kejang Demam dan Resusitasi Neonatus - Presentasi Kasus Dokter Internsip


Pada hari Kamis, 4 Oktober 2018 bertempat di aula RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dilaksanakan kegiatan laporan kasus yang disampaikan oleh dokter internsip periode 2018-2019. Kasus Kejang Demam Kompleks disampaikan oleh dr. Roykedona Lisa Trixie  . Presentasi Resusitasi Neonatus oleh dr. Agnes Borneo. Kedua kasus tersebut dibimbing oleh dr. Putri Evalda, Sp.A. Pendamping yang hadir dalam presentasi kasus ini adalah dr. Erny Indrawati dan dr. Diana Yuniarti. Dari pihak manajemen dihadiri oleh dr. Jum'atil Fajar, MHlthSc.

Pertanyaan yang muncul dari para peserta adalah seputar definisi kejang demam; sampai kapan resusitasi dilakukan dan mengapa vaksinasi tidak diberikan kepada pasien yang mengalami malnutrisi.

dr. Putri, Sp.A menjelaskan bahwa resusitasi bayi baru lahir sebaiknya dilakukan oleh tiga orang. Bila bayi baru lahir yang langsung nangis tapi berat badannya kurang dari atau sama dengan 1500 gram segera dibungkus dengan plastik kecuali jalan napas. Beliau menjelaskan resusitasi bayi baru lahir versi terbaru.

Pemberian imunisasi pada bayi baru lahir, bila berat badannya sudah mencapai 2000 gram. Bila kurang ditunggu sampai beratnya 2000 gram, baru diberi imunisasi.

Kejang demam kompleks dirinci lagi dengan kejang lama, kejang berulang dan kejang vokal.

Kejang demam yang berada diatas 6 tahun disebut kejang demam plus.