The Salahuddin Generation (Ep. 4): Nur ad-Din Menyatukan Syam—Dari “Dawla” ke “Din”

Gambar
  Setiap kali ada sosok baik yang mulai mengangkat panji perbaikan, ia dibunuh—sering di hari Jumat, di ruang publik, agar ketakutan menyebar cepat. Umat pun seperti kembali ke “titik nol”. Episode 4 ini menunjukkan titik balik: harapan yang sempat runtuh, lalu bangkit lagi —melalui Imad ad-Din Zengi, dan lebih besar lagi melalui putranya: Nur ad-Din Mahmud Zengi , penguasa yang dibesarkan oleh ulama. 1) Pola Teror: Pembunuhan Jumat untuk Menguasai Psikologi Umat Episode dibuka dengan pengingat pola para pembunuh (assassins): mereka memilih masjid dan Jumat karena itu “panggung” paling efektif di era tanpa media massa. Tujuannya bukan hanya menghilangkan tokoh, tetapi membunuh harapan . Namun sejarah mengajarkan: harapan yang ditanam dalam iman dan kerja sistematis tidak mudah dipadamkan. 2) Imad ad-Din Zengi: Dua Kunci—Persatuan dan Keadilan Ketika Zengi naik, ia membawa dua misi utama: Persatuan : musuh yang solid tidak bisa dilawan oleh umat yang tercerai-berai. Keadi...

Korps Musik (Korsik) Bahana Gita Praja

Pada hari Senin, 1 Oktober 2018 bertempat di halaman Kantor Bupati Kapuas, Kalimantan Tengah dilaksanakan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Peringatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Kapuas, Ir. Ben Brahim S. Bahat, MM, MT. Kegiatan berlangsung dalam waktu singkat, hanya 20 menit.

Korps Musik (Korsik) Bahana Gita Praja mendapat kehormatan kembali menjadi petugas dalam kegiatan ini. Kelompok kecil ini dibentuk dari berbagai kalangan mulai dari pelajar sampai masyarakat umum.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas