Ingin Hubungan Lebih Bermakna? Coba Lokakarya Praktis dari Pakar Stanford Ini

Gambar
Apakah Anda pernah merasa hubungan dengan orang-orang di sekitar Anda terasa kurang dalam? Atau mungkin Anda rindu untuk kembali terhubung dengan teman-teman lama yang entah bagaimana perlahan menghilang dari radar? Di zaman yang serba digital ini, banyak dari kita merasakan tantangan yang sama dalam menjaga koneksi sosial yang otentik. Baru-baru ini, Stanford Lifestyle Medicine mengadakan sebuah lokakarya daring yang sangat relevan, dibawakan oleh dua pakar di bidang ilmu perilaku dan kesehatan sosial, Steven Crane, MS, dan BJ Fogg, PhD. Mereka tidak hanya membahas mengapa kita merasa semakin terisolasi, tetapi juga memberikan serangkaian kiat dan aktivitas praktis yang bisa langsung kita coba untuk memperkuat hubungan. Artikel ini merangkum wawasan dan metode-metode berharga dari lokakarya tersebut, disajikan dalam bahasa yang mudah dimengerti agar kita semua bisa mulai membangun kembali hubungan yang lebih sehat dan bermakna. Mengapa Koneksi Sosial Kita Melemah? Awal Mula dari Sebua...

Mitos tentang telur


Mitos tentang telur meliputi:

  1. Memakan telur meningkatkan kolesterol darah. Setelah bertahun-tahun penelitian, sekarang diketahui bahwa efek konsumsi telur pada kolesterol darah bersifat minimal dan terlalu banyak konsumsi lemak jenuh lebih mungkin meningkatkan kolesterol darah dibandingkan dengan memakan makanan yang kaya dengan kolesterol makanan. Telur dapat dimasukkan setiap hari ke dalam diet yang bervariasi dan seimbang.
  2. Telur terlalu mahal pada berbagai belahan dunia. Telur adalah makanan bersumber dari binatang yang paling dapat dijangkau diseluruh dunia.
  3. Kuning telur tidak baik untuk Anda. Sebagian besar zat gizi dan lebih dari 40% dari protein telur ditemukan dalam kuning telurnya. Kuning telur juga membawa zat gizi yang larut dalam lemak seperti vitamin D, E, A dan macular pigments lutein / zeaxathin. Sebagian besar lemak-lemaknya adalah asam lemak esensial seperti omega-3 DHA dan membantu penyerapan zat gizi penting seperti choline ada dalam sebuah telur.
  4. Telur coklat dan telur putih berbeda zat gizinya. Telur coklat dan telur putih zat gizinya persis sama. Perbedaan utamanya adalah pada jenis ayam yang menelurkannya (ayam dengan  daun telinga putih menelurkan telur putih, dan ayam dengan daun telinga coklat (merah) menelurkan telur coklat).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas