The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

Simulasi Manajemen Bencana RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas


Salah satu rangkaian Pelatihan BTCLS yang diselenggarakan oleh PPNI Komisariat RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas adalah penyelenggaraan Simulasi Penanganan Bencana. Para narasumber merancang skenario bencana yang terjadi, kemudian para peserta yang berasal dari rumah sakit dan berbagai pihak yang terlibat (seperti Puskesmas, PSC 119, Balakar 545) melakukan penanganan terpadu terhadap bencana tersebut.

Kegiatan ini sangat membantu proses akreditasi karena proses simulasi penanganan bencana adalah salah satu aspek yang harus dilaksanakan oleh rumah sakit.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas