Keamanan Pangan: Dimulai dari Dapur, Dijaga oleh Kita Semua

Gambar
  Makanan adalah kebutuhan paling dasar manusia. Setiap hari kita makan untuk mendapatkan energi, tumbuh, bekerja, belajar, dan menjaga kesehatan. Namun, makanan yang tampak enak dan mengenyangkan belum tentu aman. Bila makanan tercemar bakteri, virus, parasit, atau bahan kimia berbahaya, makanan tersebut justru dapat menjadi sumber penyakit. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengingatkan bahwa keamanan pangan, gizi, dan ketahanan pangan saling berkaitan erat. Artinya, makanan yang cukup saja belum cukup. Makanan juga harus bergizi dan aman dikonsumsi. Tanpa keamanan pangan, makanan dapat menyebabkan diare, keracunan, gangguan kesehatan jangka panjang, bahkan kematian. WHO memperkirakan sekitar 866 juta orang di dunia jatuh sakit setiap tahun setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi, dan 1,52 juta orang meninggal dunia akibat masalah tersebut. Anak-anak di bawah usia lima tahun termasuk kelompok yang paling rentan. Mengapa Keamanan Pangan Penting? Keamanan pangan berar...

Kisah Wedang Uwu

Pada hari Sabtu, 10 November 2018 yang lalu, ketika sedang melihat-lihat salah satu halaman Facebook yang admin kelola, ada pesan dari seorang ibu dari Sleman, Yogyakarta. Beliau meminta tolong agar dapat menyambungkan komunikasi antara beliau dengan kakaknya yang katanya berada di Desa Bangun Harjo, Kapuas.

Admin lalu mencari di Google, ternyata Desa Bangun Harjo termasuk Kecamatan Bataguh. Admin lalu minta tolong kepada pimpinan Puskesmas Pulau Kupang yang berada di kecamatan tersebut. Syukurnya beliau punya nomor telepon Kepala Desa Bangun Harjo.

Pada tanggal 11 November 2018, admin menghubungi Kepala Desa Bangun Harjo, kemudian menyampaikan maksud dari ibu dari Sleman tersebut. Bapak Kepala Desa langsung menjawab bahwa ibu yang dimaksud benar warganya dan beliau langsung mengirimkan nomor telepon dari sang ibu. Admin kemudian menyampaikan nomor ini ke ibu yang ada di Sleman.

Pada tanggal 11 tersebut sang Ibu dari Sleman mengabarkan bahwa beliau masih belum bisa menghubungi kakaknya.

Pada hari Senin, 12 November 2018, admin mendapat telepon dari tetangga dari ibu yang tinggal di Bangun Harjo. Beliau bilang bahwa kalau bisa mereka bisa mendapatkan nomor telepon sang Ibu dari Sleman. Admin kemudian menyampaikan keinginan ini kepada sang Ibu dari Sleman, beliaupun menyampaikan nomor teleponnya. Admin kemudian menyampaikan nomor telepon ini ke Bangun Harjo.

Pada pukul 15.37 WIB sang Ibu dari Sleman mengabarkan bahwa beliau masih belum bisa menghubungi kakaknya yang di Bangun Harjo.

Pada pukul 16.24 WIB sang Ibu dari Sleman mengabarkan bahwa beliau sudah berhasil berkomunikasi dengan kakaknya.

Pada hari Rabu, 14 November 2018 sang Ibu dari Sleman menanyakan alamat dari pemilik halaman Facebook yang admin kelola.

Pada hari Ahad, 18 November 2018 sang Ibu dari Sleman menanyakan nomor telepon dari pemilik halaman Facebook yang admin kelola.

Pada hari Kamis, 22 November 2018, pemilik halaman Facebook yang admin kelola, menerima bingkisan (foto diatas) dari sang Ibu dari Sleman sebagai ucapan terima kasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas