The Salahuddin Generation (Ep. 4): Nur ad-Din Menyatukan Syam—Dari “Dawla” ke “Din”

Gambar
  Setiap kali ada sosok baik yang mulai mengangkat panji perbaikan, ia dibunuh—sering di hari Jumat, di ruang publik, agar ketakutan menyebar cepat. Umat pun seperti kembali ke “titik nol”. Episode 4 ini menunjukkan titik balik: harapan yang sempat runtuh, lalu bangkit lagi —melalui Imad ad-Din Zengi, dan lebih besar lagi melalui putranya: Nur ad-Din Mahmud Zengi , penguasa yang dibesarkan oleh ulama. 1) Pola Teror: Pembunuhan Jumat untuk Menguasai Psikologi Umat Episode dibuka dengan pengingat pola para pembunuh (assassins): mereka memilih masjid dan Jumat karena itu “panggung” paling efektif di era tanpa media massa. Tujuannya bukan hanya menghilangkan tokoh, tetapi membunuh harapan . Namun sejarah mengajarkan: harapan yang ditanam dalam iman dan kerja sistematis tidak mudah dipadamkan. 2) Imad ad-Din Zengi: Dua Kunci—Persatuan dan Keadilan Ketika Zengi naik, ia membawa dua misi utama: Persatuan : musuh yang solid tidak bisa dilawan oleh umat yang tercerai-berai. Keadi...

Pengerasan jalan dengan semen sudah selesai

Pada hari Rabu, 28 November 2018 admin melintasi jalan diantara Desa Bunga Mawar sampai Desa Sei Tatas, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Jalan tersebut agak berair, dan agak becek, namun genangan air tersebut cuma tipis saja, sehingga kendaraan tetap bisa melaju dengan kencang.

Pada siang harinya ketika kembali, jalan tersebut sudah kering dan terasa cukup lebar. Salah satu masalah yang mungkin akan terjadi kelak adalah masalah kecelakaan. Jalan yang bagus dan lebar cenderung membuat orang untuk mengendarai kendaraannya dengan cepat. Rambu-rambu lalu lintas harus memadai dan masyarakat diajarkan untuk menyeberangi jalan dengan hati-hati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas