The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

Politisi Muda ini Maknai Peringatan Hari Pahlawan

KUALA KAPUAS - Peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November, ini dimaknai sebagai bentuk refleksi dan penghargaan atas jasa pengorbanan para pahlawan, sekaligus membangun ingatan generasi penerus sebagai satu bangsa dan satu Negara serta sebagai upaya menyatukan hati, bagaimana mencontoh para pejuang dulu mampu berkorban dan bersatu mengusir para penjajah.

Hal itu dikatakan Tommy Saputra Caleg Dapil Kapuas I Nomor Urut 3 Partai Persatuan Pembangunan, Menurutnya di zaman kekinian semua elemen sebagai generasi penerus harus mampu melanjutkan perjuangan dan cita-cita para pahlawan yang sudah mengorbankan jiwa raga untuk tegaknya NKRI. “Kita sebagai generasi muda memang tidak ikut andil dalam memerdekakan bangsa ini, tapi nilai semangat para pahlawan harus jadi semangat perjuangan kita disetiap langkah kehidupan,” Katanya.

Tema Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2018 adalah "Semangat Pahlawan di Dadaku" Dengan tema tersebut diharapkan keteladanan para pahlawan menjadi modal bagi segenap komponen bangsa dalam menjaga, memelihara, dan memperkokoh persatuan dalam membangun negeri. Mengingatkan bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini merupakan hasil jerih payah, cucuran keringat dan tetesan air mata, serta tumpahan darah para pahlawan.

Karena itu, Politisi Muda PPP ini juga berharap mari kita para generasi muda, agar selalu percaya diri. "Tak perlu minder atau merasa rendah diri. Karena kita telah diwariskan bangsa yang besar dengan wilayah yang luas. Sudah sepatutnya kita bangga dan membalas jasa mereka dengan karya.

 “Saya harap bagi generasi penerus, agar semangat juang para pahlawan tetap menyatu di hati terutama para pemuda serta memiliki mental patriotisme untuk membangun bangsa dan negara, khususnya Kabupaten Kapuas, mari kita sebagai generasi penerus harus dapat dan mampu melanjutkan perjuangan dan cita-cita para pahlawan, yakni tegaknya NKRI. Mengisi pembangunan di segala bidang dengan bersatu,,” tandasnya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas