Rabu, 19 Desember 2018

Ayo berantas Demam Berdarah Dengue (DBD)


Kepala UPT Puskesmas Selat dr. Tonun Irawaty Panjaitan di sela-sela kegiatan Gerakan Bersama Pemberantasan Sarang Nyamuk (GEBER PSN) menyatakan bahwa pengasapan (fogging) bukan strategi yang utama dalam mencegah Demam Berdarah Dengue ( DBD). Fogging tidak dilakukan secara rutin, hanya dilakukan saat terjadi kasus di suatu wilayah, sehingga daerah di sekitarnya melakukan fogging untuk memberantas nyamuk sebagai vektor penyakit DBD.


Pencegahannya itu bukan melalui fogging, tetapi bagaimana kita menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal kita serta menghilangkan jentik nyamuk. Fogging ini kan memakai insektisida, sehingga kita khawatir ada resistensi,dr Tonun menjelaskan bahwa menghilangkan jentik nyamuk (larva) itu lebih mudah daripada mengendalikan saat sudah menjadi nyamuk dewasa. Nyamuk Aedes aegypti berkembang biak di genangan air yang bersih di sekitar lingkungan kita.



Untuk pemberantasan jentik ini kita bisa lakukan berbagai cara, salah satunya adalah menaburkan bubuk abate (abatesasi),Seperti kita ketahui, pencegahan DBD yang paling efektif dan efisien sampai saat ini adalah melakukan kegiatan Gerakan Bersama Pemberantasan Sarang Nyamuk (GEBER PSN) dengan cara 4M Plus. Singkatan dari 4M, antara lain: 


  1. Menguras/membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es,dispenser,ban-ban bekas,tempat minum burung/ayam dan lain-lain, 
  2. Menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi,tandon air, dan lain sebagainya; dan 
  3. Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD.
  4. Memantau Jentik Nyamuk minimal seminggu sekali.


Adapun yang dimaksud dengan Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan seperti 

  1. Menaburkan bubuk larvasida (lebih dikenal dengan abate) pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan; 
  2. Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk; 
  3. Menggunakan kelambu saat tidur; 
  4. Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk; 
  5. Menanam tanaman pengusir nyamuk, 
  6. Menutup ventilasi udara dengan kawat anti nyamuk serta Mengatur pencahaya dalam rumah; 
  7. Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat nyamuk dan lain-lain.

Salah satu Kegiatan rutin UPT Puskesmas Selat setiap hari melakukan Mobile Speaking
atau memberikan informasi kesehatan kepada masyarakat di wilayah kerja UPT Puskesmas Selat Tentang DBD seperti kita ketahui angka kasus DBD di Kecamatan Selat dinyatakan KLB (Kejadian Luar Biasa),


Dinas Kesehatan melalui UPT Puskesmas Selat melakukan fogging/pengasapan dan sosialisasi GeBer PSN (Gerakan Bersama Pemberantasan Sarang Nyamuk)di wilayah Kelurahan Selat Hilir,Permintaan masyarakat/warga agar kawasan mereka dilakukan fogging (pengasapan) makin tinggi. Apalagi intensitas hujan yang cukup tinggi akhir-akhir ini, rentan bisa menyebabkan meluasnya perkembangan nyamuk demam berdarah.

Kalau ada beberapa orang tetangga Anda yang terserang Demam Berdarah Dengue (DBD), daerah tempat tinggal anda mungkin akan disemprot dengan gas fogging. Gas fogging berfungsi untuk membunuh nyamuk Aedes aegypti dewasa yang bisa menularkan penyakit DBD pada manusia. Saat penyemprotan, gas dari fogging nyamuk mungkin akan ikut terhirup oleh manusia. Apa yang akan terjadi kalau manusia menghirup gas fogging nyamuk DBD? Simak ulasan berikut ini untuk mencari tahu jawabannya.



Apakah gas fogging bahaya bagi manusia?

Gas untuk fogging nyamuk adalah insektisida yang dibuat dari zat pyrethroid sintetis. Zat kimia ini adalah bahan yang umum ditemui dalam semprotan pembunuh nyamuk dan serangga yang dijual di toko-toko.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), gas untuk fogging nyamuk sudah diracik sedemikian rupa sehingga tidak membahayakan manusia atau hewan peliharaan. Kandungan insektisida dalam gas tersebut sangat minim sehingga hanya mampu membunuh serangga sekecil nyamuk. Akan tetapi, kalau dihirup dalam jumlah yang berlebihan, gas ini bisa menimbulkan beberapa efek samping bagi manusia.




Efek samping menghirup gas fogging nyamuk

Karena kandungan zat dalam gas fogging pada dasarnya adalah racun, kebanyakan menghirup gas ini bisa menyebabkan efek samping yaitu keracunan. Gejala keracunan gas fogging antara lain batuk, mual, muntah, produksi air liur meningkat, berkeringat, mata merah, kulit gatal, napas terengah-engah, sakit perut, hingga hilang kesadaran.

Jika ibu hamil menghirup gas untuk fogging nyamuk

Selama ibu hamil tidak menunjukkan tanda-tanda keracunan, Anda tak perlu khawatir. Racun yang terhirup akan disaring oleh organ hati. Setelah itu racun akan dikeluarkan melalui urin atau tinja. Maka, janin tidak akan terpengaruh dengan racun dari gas fogging untuk nyamuk yang terhirup ibu hamil.

Pertolongan pertama keracunan gas fogging nyamuk

Jauhkan diri dari lokasi fogging dan segera cari layanan kesehatan gawat darurat apabila Anda keracunan gas untuk fogging nyamuk DBD. Namun, sebagai pertolongan pertama, Anda bisa minum susu sapi putih. Susu sapi bisa membantu menetralkan racun yang terhirup saat fogging.

Kalau mata Anda iritasi karena gas fogging, cuci mata dengan air bersih yang mengalir selama kira-kira 15 menit. Begitu juga jika kulit Anda bereaksi terhadap gas fogging. Segera bilas kulit Anda dengan air bersih yang mengalir dan ganti pakaian Anda.

Yang harus dilakukan sebelum dan sesudah penyemprotan gas fogging

Guna mencegah keracunan gas fogging, pastikan Anda sudah membungkus perabotan dan barang-barang di rumah yang mungkin terpapar gas fogging dengan plastik atau koran bekas. Jangan biarkan ada barang atau makanan yang terbuka di rumah, simpan semuanya ke dalam lemari. Kosongkan bak mandi atau penampungan air yang ada di rumah. Buka lebar-lebar seluruh pintu dan jendela rumah ketika penyemprotan berlangsung. Anda dan keluarga sebaiknya memakai masker dan menjauhi lokasi penyemprotan sampai gas di udara sudah berkurang.

Setelah penyemprotan, bersihkan rumah Anda seluruhnya. Pel lantai, lap jendela dan seluruh perabotan Anda sampai tak ada sisa racun yang tertinggal di permukaan. Kuras bak mandi atau penampungan air Anda sampai bersih dan tutup rapat supaya tidak ada sisa zat yang masuk ke bak dan tercampur dalam air.

Salam Sehat Untuk Kita Semua