Dicintai Saja Tidak Cukup, Kita Juga Perlu Merasa Dikenal

Gambar
  Banyak orang ingin dicintai. Namun, ada pertanyaan yang sering luput kita renungkan: bagaimana mungkin kita merasa benar-benar dicintai, kalau kita tidak merasa benar-benar dikenal? Pertanyaan ini menjadi inti tulisan Sonja Lyubomirsky dan Harry Reis dalam artikel How Can We Feel Loved If We Don’t Feel Known? yang dimuat di Behavioral Scientist. Keduanya adalah peneliti yang mendalami kebahagiaan dan hubungan antarmanusia. Mereka menjelaskan bahwa salah satu faktor besar yang membuat seseorang bahagia bukan sekadar memiliki banyak hal, tampak sukses, atau dikagumi banyak orang, melainkan merasa dicintai secara tulus . Namun, merasa dicintai ternyata tidak selalu mudah. Banyak orang sebenarnya memiliki keluarga, pasangan, sahabat, atau lingkungan yang peduli, tetapi tetap merasa kesepian, tidak dipahami, atau kurang dihargai. Menurut Lyubomirsky dan Reis, masalahnya sering kali bukan karena tidak ada cinta, melainkan karena cara kita memahami cinta kadang keliru. Dicintai Buk...

Rohaniawan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas ikuti "Workshop and Training on Hospital Spiritual Care Service"

Muhammad Shaleh (paling kiri)
Pada hari Kamis, 13 Desember 2018 bertempat di Sari Asih Ar-Rahmah Hospital dilaksanakan kegiatan "Workshop and Training on Hospital Spriritual Care Service". Kegiatan ini diselenggarakan oleh Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI). RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas mengirimkan rohaniawan Islam yaitu Bapak M. Shaleh untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Narasumber kegiatan ini adalah Kamal Abu-Shamsieh, kandidat Ph.D di Graduate Theological Union di Berkeley, California dan Taqwa Surapati, GCIC, Cancer Care Chaplain Stanford Hospital. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas