Ketika Seorang Perempuan Yahudi Berdiri Membela Palestina

Gambar
Di tengah perdebatan yang semakin panas mengenai Palestina, ada satu kesaksian yang menarik perhatian dunia. Bukan karena disampaikan dengan suara lantang atau penuh kemarahan, melainkan karena ketenangan, kejernihan berpikir, dan keberanian moral yang ditunjukkan oleh seorang perempuan muda Yahudi bernama Yasmine Johnson . Saya menyaksikan kesaksiannya dalam sidang Royal Commission into Anti-Semitism and Social Cohesion di Australia. Selama hampir satu jam, ia menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang tajam mengenai pandangannya tentang Palestina, Zionisme, kebebasan berpendapat, hingga tuduhan antisemitisme. Namun yang membuat saya benar-benar kagum bukanlah semata-mata isi argumennya, melainkan cara ia menyampaikannya. Tidak terlihat emosi yang meledak-ledak. Tidak ada nada marah. Tidak pula usaha menyerang lawan bicara secara pribadi. Sebaliknya, ia menjawab hampir setiap pertanyaan dengan tenang, sistematis, dan konsisten. Seorang Yahudi yang Memisahkan Agama dan Negara Yasmine Johns...

Rohaniawan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas ikuti "Workshop and Training on Hospital Spiritual Care Service"

Muhammad Shaleh (paling kiri)
Pada hari Kamis, 13 Desember 2018 bertempat di Sari Asih Ar-Rahmah Hospital dilaksanakan kegiatan "Workshop and Training on Hospital Spriritual Care Service". Kegiatan ini diselenggarakan oleh Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI). RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas mengirimkan rohaniawan Islam yaitu Bapak M. Shaleh untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Narasumber kegiatan ini adalah Kamal Abu-Shamsieh, kandidat Ph.D di Graduate Theological Union di Berkeley, California dan Taqwa Surapati, GCIC, Cancer Care Chaplain Stanford Hospital. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini