The Salahuddin Generation (Ep. 5): 3.000 Penunggang ke Mesir—Misi Mustahil yang Membuka Panggung Salahuddin (

Gambar
  Episode 5 membawa kita ke bab paling menegangkan: perebutan Mesir —negeri besar yang kaya sumber daya, tetapi saat itu rapuh dari dalam. Nur ad-Din Zengi sudah berhasil menyatukan Syam (Mosul–Aleppo–Damaskus). Kini pertanyaannya berubah: apakah Mesir akan jatuh ke tangan pasukan salib, atau menjadi pilar kebangkitan umat? Jawabannya dimulai dari sebuah keputusan “nekat tapi terukur”: 3.000 penunggang kuda menyeberangi Sinai dalam kampanye kilat. 1) Mesir yang Rapuh: 14 Wazir dalam Setahun, Negara Hampir Runtuh Narasi dibuka dengan situasi Mesir di bawah Dinasti Ismailiyah: konflik internal tak berkesudahan. Dalam satu tahun, disebutkan terjadi pergantian wazir berkali-kali (bahkan sampai belasan). Negara besar ini tampak kaya , tetapi keropos dari pusat kekuasaan . Di titik rapuh seperti itu, pasukan salib melihat “buah yang menggantung rendah”: mudah dipetik bila tidak ada yang mengamankan. 2) Tawaran Shawar: “Bantu Saya Kembali Berkuasa, Mesir Jadi Sekutu” Seorang toko...

Lele di kolam bioflok Ponpes Al-Amin Kapuas siap panen




Pada hari Rabu, 2 Januari 2019 yang lalu, Bapak Giyar, pengelola bioflok di Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas memberikan keterangan bahwa ikan lele sudah siap untuk dipanen. Pada tanggal 7 Januari 2019 nanti umur lele tersebut sudah mencapai 3 bulan. 1 kilogram ikan lele terdiri dari 6-7 ekor.

Bibit tebar awal sebanyak 30.000 ekor dan diperkirakan jumlah yang tersisa dengan hitungan kasar adalah sekitar 20.000 ekor. Hal ini terjadi karena pengelolaan bioflok ini masih tingkat pemula sehingga masih banyak kekurangan.

Video dan berita dikirimkan oleh Bapak Giyar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas